Lifestyle

Bedak Bayi Talc Johnson & Johnson Berhenti Produksi Secara Global Pada 2023

Johnson & Johnson akan berhenti menjual bedak bayi berbasis talc / bedak secara global pada 2023

Bedak Bayi Talc Johnson & Johnson Berhenti Produksi Secara Global Pada 2023
Ilustrasi Bedak Johnsons (Instagram @johnsonsbaby_id)

AKURAT.CO  Johnson & Johnson akan berhenti menjual bedak bayi berbasis talc / bedak secara global pada 2023, kata pembuat obat itu pada Kamis waktu lalu.

Keputasan ini baru dibuat lebih dari dua tahun, setelah mengakhiri penjualan produk di AS dan Kanada untuk keamanan konsumen.

"Sebagai bagian dari penilaian portofolio di seluruh dunia, kami telah membuat keputusan komersial untuk beralih ke portofolio bedak bayi berbasis corn starch," ucap Pihak Johnson&Johnson dikutip dari laman Reuters, dikutip pada Jumat (12/8/2022).

baca juga:

Sebenarnya ini sudah dimulai sejak 

sejak 2020. Perusahaan Johnson & Johnson menghadapi sekitar 38 ribu tuntutan hukum dari konsumen, yang mengklaim produk bedaknya menyebabkan kanker karena kontaminasi asbes, karsinogen yang diketahui. Itu sebabnya bedak bayi Johnson berhenti jual.

Ketika pertama kali dituntut pelanggan dan penyintas dari bedak talc yang menyebabkan kanker, Johnson & Johnson mengelak tuduhan. 

Mereka mengatakan jika bukti sains dan persetujuan secara berkala telah menunjukkan bahwa talk tersebut aman dan bebas dari asbestos. Tapi akhirnya perusahaan setuju untuk menarik semua produk. 

Pengadilan pun telah memutuskan jika Johnson&Johnson gagal memberi peringatan bahwa item produknya nya bisa berpotensi bahaya.

Salah satu wanita yang pernah mengajukan tuntutan adalah Jackie Fox. Wanita tersebut sebelumnya pengguna bedak bayi selama 35 tahun. 

Dianggap tidak berbahaya apalagi ditujukan untuk bayi, dia malah didiagnosa kanker ovarium yang diprediksi dipicu karena produk tersebut. Jackie akhirnya meninggal pada 2015.

Pada 2018, investigasi Reuters mengungkap bahwa J&J sebenarnya sudah lama tahu bahwa bedak bayi berbasis talk yang mereka produksi mengandung asbes. Tapi mereka menolak jika produk tersebut disebut berbahaya dan bisa menyebabkan kanker.

Selain bedak bayi (Baby Powder), produk yang lain yang dilaporkan adalah Shower Shimmer Effects. Produk ini dilaporkan mengandung senyawa yang serupa, yang terkontaminasi karsinogen.

Sebelumnya, catatan internal perusahaan, kesaksian persidangan, dan bukti lain menunjukkan bahwa setidaknya dari tahun 1971 hingga awal 2000-an, bedak mentah dan bubuk jadi J&J terkadang diuji positif mengandung sejumlah kecil asbes.

Menanggapi bukti kontaminasi asbes yang disajikan dalam laporan media, di ruang pengadilan dan di Capitol Hill, Johnson&Johmson telah berulang kali mengatakan produk bedaknya aman, dan tidak menyebabkan kanker.

Dijual sejak 1894, Johnson's Baby Powder menjadi simbol citra ramah keluarga perusahaan.

Presentasi pemasaran internal J&J dari tahun 1999 mengacu pada divisi produk bayi, dengan Bedak Bayi sebagai intinya, yang disebut "Aset #1" J&J.