Rahmah

Beda Sikap dan Tindakan Mu’min dengan Kafir dalam Menghadapi Covid-19, Kamu yang Mana?

Orang yang beriman mengedepankan kesabaran dalam menghadapi wabah


Beda Sikap dan Tindakan Mu’min dengan Kafir dalam Menghadapi Covid-19, Kamu yang Mana?
Ilustrasi Seorang Muslim (REUTERS/Aly Song)

AKURAT.CO Satu minggu terakhir virus Corona di Indonesia menunjukkan terus bertambah dan banyak menjangkit masyarakat. Penyebaran yang begitu massif menjadikan warga Indonesia terkena viris tersebut lebih dari 2 juta manusia.

Dalam pandangan Islam, antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang kafir ada perbedaan sikap dalam menghadapi pandemi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits sebagai berikut:

 

عن عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم أنها أخبرتنا أنها سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الطاعون فأخبرها نبي الله صلى الله عليه وسلم أنه كان عذابا يبعثه الله على من يشاء فجعله الله رحمة للمؤمنين فليس من عبد يقع الطاعون فيمكث في بلده صابرا يعلم أنه لن يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر الشهيد

 

Artinya: “Dari Siti Aisyah RA, ia mengabarkan kepada kami bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW memberitahukannya, ‘Zaman dulu tha’un adalah siksa yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seorang hamba yang sedang tertimpa tha’un, kemudian menahan diri di negerinya dengan bersabar seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,’” (HR Bukhari).

Dari penjelasan di atas ada makna yang tersirat terkait dengan bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi wabah, seperti virus Corona. Orang-orang yang beriman menghadapi pandemi dengan cara bersabar, sambari mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga protokol kesehatan. Ia menjaga diri dan orang lain agar tidak ikut terkena wabah.

Hadits di atas memberi pemahaman yang sebaliknya (mafhum mukhalafah), yakni orang-orang kafir menghadapi wabah dengan tidak sabar. Mereka ceroboh dalam menghadapi musibah pandemi tersebut. Mereka tidak mempedulikan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak selama pandemi.

Itulah perbedaan antara Mu’min dan Kafir dalam menghadapi wabah seperti Covid-19. Semoga kita selalu dijaga oleh Allah dari wabah yang ganas itu. Kamu berada di posisi mana dalam menghadapi wabah? Seperti orang yang beriman atau justru seperti orang kafir? Semoga kita semua dijadikan sebagai orang-orang yang beriman. Amin.[]