Lifestyle

Beda dengan GERD, Ini Gejala dan Penyebab Gastritis

Gastritis dan GERD mengenai area saluran pencernaan yang berbeda. GERD berhubungan dengan iritasi pada kerongkongan, sementara gastritis pada lambung.


Beda dengan GERD, Ini Gejala dan Penyebab Gastritis
Ilustrasi - Beda dengan GERD, ini gejala dan penyebab gastritis (Freepik/benzoix)

AKURAT.CO  Gastritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan lambung (mukosa), menyebabkan sakit perut, gangguan pencernaan (dispepsia), kembung dan mual.

Gastritis sendiri sering dianggap sama dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Pasalnya, kedua kondisi tersebut memiliki beberapa gejala yang sama.

Selain itu, perawatan untuk GERD dan gastritis sering kali sangat mirip tetapi dapat bervariasi untuk gastritis tergantung pada penyebabnya.

baca juga:

Ya, gastritis juga dapat diobati dengan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati GER, misalnya, obat yang mengurangi asam lambung.

Gastritis dan GERD pada dasarnya adalah dua penyakit yang berbeda. Meskipun gastritis dan GERD melibatkan peradangan, keduanya mengenai area saluran pencernaan yang berbeda.

Gastritis berhubungan dengan iritasi pada lambung, sementara GERD melibatkan iritasi pada kerongkongan.

Adapun beberapa pasien tidak mengalami gejala sama sekali dengan gastritis, sementara yang lain dapat mengalami gejala yang mempengaruhi kualitas hidup mereka, seperti sakit perut. Gejala umum gastritis meliputi:

  • Perut bagian atas terasa penuh setelah makan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri atau sakit di perut yang berkurang dengan makan
  • Kembung
  • Gangguan pencernaan, nyeri atau ketidaknyamanan perut bagian atas 

Jika memiliki jenis gastritis kronis yang parah (erosif), yang merupakan prekursor kanker perut, gejalanya termasuk tinja berwarna hitam, dan muntah darah.

Jika mengalami salah satu dari gejala gastritis ini, kamu harus segera menghubungi dokter.

Gastritis terjadi ketika sesuatu merusak atau melemahkan lapisan lambung (mukosa). Risiko terkena gastritis meningkat seiring bertambahnya usia.

Orang dewasa yang lebih tua memiliki lapisan perut yang lebih tipis, penurunan sirkulasi dan metabolisme yang lebih lambat dan perbaikan mukosa.

Orang dewasa yang lebih tua juga lebih mungkin menggunakan obat-obatan seperti obat tertentu yang dapat menyebabkan gastritis. 

Namun siapa pun bisa terkena penyakit ini, sebab banyak hal dapat memicu penyakit ini. Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa pemicu gastritis, dilansir dari Cleveland Clinic, Senin (20/6/2022)

  • Alkohol : Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengiritasi dan mengikis lapisan perut.
  • Autoimun: Kada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di lapisan perut.
  • Infeksi bakteri: Bakteri H. pylori adalah penyebab utama penyakit gastritis kronis dan penyakit tukak lambung (tukak lambung). Bakteri memecah lapisan pelindung perut dan menyebabkan peradangan.
  • Refluks empedu: Hati membuat empedu untuk membantu mencerna makanan berlemak. Refluks berarti mengalir kembali. Refluks empedu terjadi ketika empedu mengalir kembali ke perut alih-alih bergerak melalui usus kecil.
  • Obat-obatan: Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau kortikosteroid secara terus-menerus untuk mengatasi nyeri kronis dapat mengiritasi lapisan perut. Penggunaan tembakau terutama merokok juga bisa memicu gastritis
  • Stres fisik: Penyakit atau cedera parah yang tiba-tiba dapat menyebabkan gastritis. Seringkali, gastritis berkembang bahkan setelah trauma yang tidak melibatkan perut. Luka bakar parah dan cedera otak adalah dua penyebab umum.