Ekonomi

Beda dari Warren Buffett, Dua Miliarder Justru Anggap Bitcoin Merupakan Diversifikasi Investasi

miliarder lain Steven Cohen dan Ray Dalio yang menganggap Bitcoin dan mata uang digital lainnya merupakan cara yang apik untuk mendiversifikasi investasi


Beda dari Warren Buffett, Dua Miliarder Justru Anggap Bitcoin Merupakan Diversifikasi Investasi
Ilustrasi Bitcoin (Pixabay)

AKURAT.CO Kalau Warren Buffett salah satu sang miliarder dunia menganggap Bitcoin sebagai fatamorgana. Terlebih dia menyebut Bitcoin layaknya racun tikus dikuadratkan.

Namun berbeda halnya dengan miliarder lain Steven Cohen dan Ray Dalio yang menganggap Bitcoin dan mata uang digital lainnya merupakan cara yang apik untuk mendiversifikasi investasi.

"Saya memiliki lebih banyak kripto daripada emas,” ujar Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associate.

Dilansir dari Yahoo Finance di Jakarta, Jumat (17/9/21) Cohen, yang menjalankan perusahaan Point72 di bidang Asset Management, juga berharap agar masyarakat tidak melewatkan peluang investasi di Bitcoin.

Bitcoin pernah mencapai puncaknya sebesar US$60.000 atau sekitar Rp855 juta pada April 2021 dan menurun sejak itu. Saat ini, Bitcoin telah diperdagangkan lebih dari US$48.000 atau sekitar Rp684,62 juta.

Dalio mengatakan, kripto dapat memberikan diversifikasi dan mencatat portofolio yang perlu tersebar di lebih banyak kelas aset.

"Diversifikasi adalah hal yang baik," kata dia.

Sementara itu Cohen mengatakan, perusahaannya, Point72, sedang membangun kemampuan perdagangan kripto, mengutip warta ekonomi.

Kripto menjadi tema utama pada konferensi SALT, yang diadakan secara langsung di New York pada 2021. Penampilan Steven Cohen dan Ray Dalio merupakan sesi yang ditunggu-tunggu para peserta, serta yang paling banyak dihadiri.

Sekadar informasi, sebelumnya miliarder dunia Warren Buffett menyebut Bitcoin merupakan aset yang tidak produktif. Warren Buffett mengaku memiliki preferensi yang terkenal untuk saham perusahaan.

Tetapi cryptocurrency tidak memiliki nilai nyata, kata Buffett dalam sebuah wawancara CNBC pada tahun 2020.

“Mereka tidak mereproduksi, mereka tidak dapat mengirimkan cek kepada Anda, mereka tidak dapat melakukan apa-apa, dan apa yang Anda harapkan adalah bahwa orang lain datang dan membayar Anda lebih banyak uang untuk mereka nanti, tetapi kemudian orang itu mendapat masalah,” ujarnya lagi.

Meskipun Bitcoin ditujukan untuk memberi nilai nyata sebagai sistem pembayaran, penggunaannya masih sangat terbatas. Warren Buffett melihat Bitcoin hanya sebatas sentimen optimisme bahwa orang lain akan bersedia membayar lebih untuk itu di masa depan daripada yang Anda bayar hari ini.

Dan Bitcoin tidak bisa menjadi uang. Uang seharusnya menjadi alat pertukaran, penyimpan nilai, dan unit hitung.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.