News

Beda dari Laporan Otoritas, Hasil Autopsi Independen Nyatakan George Floyd Meninggal akibat Sesak Napas


Beda dari Laporan Otoritas, Hasil Autopsi Independen Nyatakan George Floyd Meninggal akibat Sesak Napas
Dr Michael Baden (kiri), Derek Chauvin berlutut di atas leher George Floyd (kanan) (New York Post)

AKURAT.CO, Laporan Pemeriksaan medis independen yang dirilis Senin (1/6) menunjukkan George Floyd terbunuh akibat sesak napas karena tekanan di leher dan punggung. Hasil ini berbeda dari pemeriksaan otoritas yang menyalahkan kondisi bawaan pria 46 tahun tersebut.

Dilansir dari New York Post, George Floyd meninggal di Minneapolis pada 25 Mei setelah seorang polisi kulit putih berlutut menindih lehernya selama kurang lebih 9 menit. Dua petugas kulit putih lainnya juga tampaknya berlutut di bagian punggung dalam penangkapan yang direkam oleh sejumlah saksi mata.

Autopsi awal oleh Kantor Pemeriksa Medis Wilayah Hennepin mengklaim, pria kulit hitam itu meninggal karena efek gabungan dari tekanan, kemungkinan mabuk, dan masalah kesehatan bawaan, termasuk penyakit jantung.

"Tidak ada temuan fisik yang mendukung diagnosis sesak napas traumatis atau pencekikan," kata jaksa penuntut soal temuan itu.

Namun, hasil autopsi oleh mantan paramedis New York Michael Baden dan Dr. Allecia Wilson berbeda. Para ahli untuk keluarga Floyd menemukan bahwa tekanan berkelanjutan di sisi kanan arteri karotis Floyd menghambat aliran darah ke otak. Tekanan di punggungnya pun menghambat kemampuannya untuk bernapas.

Sementara itu, laporan otoritas yang telah diperbarui menyebut penyebab kematiannya adalah gagal jantung akibat penahanan dan penekanan leher.

"Cara kematian: Pembunuhan. Bagaimana cedera terjadi: korban mengalami henti jantung dan napas saat sedang ditahan oleh petugas penegak hukum," sebut laporan itu.

Autopsi oleh otoritas itu juga menyebut kondisi signifikan lainnya: penyakit jantung arteriosklerotik dan hipertensi; keracunan fentanyl; penggunaan metamfetamin baru-baru ini.

Namun, Wilson mengatakan tidak ada bukti signifikan adanya penyakit jantung pada Floyd. Baden juga menuturkan Floyd dalam keadaan sehat sebelum konfrontasi rasial yang fatal itu terjadi.

"Penyebab kematiannya adalah apa yang terlihat pada rekaman video. Ia tidak bisa bernapas dan itu pembunuhan," ungkap Baden.

Dokter itu menambahkan video rekaman menunjukkan Floyd tak bergerak di tanah, sementara Opsir Derek Chauvin menindihkan lututnya ke leher Floyd, termasuk selama 4 menit saat pria itu sudah tidak responsif lagi. Chauvin kini menghadapi tuduhan pembunuhan dan penganiayaan.

"Di salah satu momen, Floyd memanggil ibunya yang sudah meninggal 3 tahun lalu," tambah Baden.

Namun, itu tidak menyebabkan 'pelepasan tekanan'.

"Saat ia bilang, 'Saya tak bisa bernapas,' sayangnya para polisi menganggap kalau bisa bicara, ia mampu bernapas. Itu tidak benar," tegas Baden.

Para ahli keluarga itu pun menduga Floyd meninggal di tempat kejadian.

"Bagi George Floyd, ambulans adalah mobil jenazahnya," komentar Ben Crump, salah satu pengacara keluarga Floyd saat konferensi pers.

Sementara itu, pengacara lainnya, Antonio Romanucci, menyebut kematian Floyd sebagai eksekusi publik. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu