Olahraga

Beberapa Unggulan Mundur, Anthony Ginting: Bukan Berarti Jadi Lebih Mudah

Beberapa pemain unggulan seperti Viktor Axelsen dan Lee Zii Jia memilih mundur dari turnamen BWF World Tour Super 500 ini.


Beberapa Unggulan Mundur, Anthony Ginting: Bukan Berarti Jadi Lebih Mudah
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting saat menjalani babak pertama Malaysia Masters 2022 melawan wakil Jepang, Kenta Nishimoto di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (6/7) (PBSI)

AKURAT.CO, Anthony Sinisuka Ginting harus bekerja keras untuk bisa mengamankan babak kedua Malaysia Masters 2022. Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (6/7), Ginting lolos usai menyingkirkan wakil Jepang, Kenta Nishimoto lewat laga rubber gim 8-21, 21-14, 22-20.

Terlepas dari kemenangannya atas Kenta Nishimoto, tunggal putra terbaik Indonesia itu menilai mundurnya beberapa pemain unggulan seperti Viktor Axelsen (Denmark), Lee Zii Jia (Malaysia) dan beberapa pemain top lainnya bukan berarti peluangnya meraih gelar jadi lebih mudah.

Tunggal putra peringkat 6 dunia itu mengatakan persaingan tetap ketat, sehingga dirinya harus tetap bisa menampilkan performa maksimal setiap turun ke lapangan pertandingan. Seperti yang terlihat di babak pertama, Ginting sudah harus melakoni rubber set untuk bisa lolos.

baca juga:

"Kalau saya pribadi tidak terlalu memikirkan hal tersebut (mundurnya beberapa pemain top). Perjalanan dari babak pertama ini saja sudah sangat ketat," kata Ginting kepada tim humas PBSI.

"Jadi mau siapapun lawannya, mau mundur atau tidak mundur, kita semua punya kesempatan yang sama. Jadi saya lebih fokus menampilkan performa maksimal di lapangan satu pertandingan demi satu pertandingan."

Mengomentari kemenangannya di babak pertama turnamen BWF World Tour Super 500, Ginting bersyukur bisa bermain dengan baik dan mampu menyelesaikan laga tanpa cedera.

Pebulutangkis 25 tahun itu juga menyebut kondisi tidak terlalu berbeda dengan pekan lalu. Jadi tinggal bagaimana ia mengadu strategi di lapangan.

"Di gim pertama memang kondisi lapangan kurang baik. Jadi lawan lebih mengontrol permainan. Di gim kedua sebaliknya saya yang bisa mengontrol pertandingan. Sedangkan di gim ketiga, strateginya adalah bagaimana sebelum interval poin saya tidak terlalu jauh dari dia bilapun tertinggal," jelas Ginting.

Pada gim penentuan, Ginting yang tertinggal 8-11 di interval mampu membalikkan keadaan hingga unggul match point 20-16. Tapi kemenangan tunggal putra peringkat enam dunia itu sempat tertunda setelah Nishimoto berhasil meraih empat poin beruntun untuk memaksakan deuce. 

"Di perjalanan gim ketiga itu sampai poin 20-16, saya memang lebih banyak menunggu dulu, tidak agresif melakukan serangan. Saya coba membuat dia lari ke depan, belakang, kiri dan kanan. Saat lawan salah membuang bola, baru saya menyerang," kata Ginting.

"Tapi sesudah match point, saya malah terburu-buru, inginnya menyerang duluan dan itu bikin dia lebih enak, apalagi defensenya juga sedang bagus hari ini. Saat setting saya coba lebih tenang lagi saja."

Di babak selanjutnya Ginting berpeluang membalas kompatriotnya, Tommy Sugiarto yang harus mengakui keunggulan wakil India, Parupalli Kashyap usai melakoni laga sengit tiga set 21-16, 16-21, 16-21. 

Indonesia juga masih berpeluang menambah satu wakil pada sektor tunggal putra lewat Jonatan Christie jika pebulutangkis peringkat delapan dunia itu mampu mengatasi perlawanan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei.[]