Rahmah

6 Hal yang Tidak Membatalkan Puasa Meskipun Sampai Ke Rongga Mulut

6 Hal yang Tidak Membatalkan Puasa Meskipun Sampai Ke Rongga Mulut
Ilustrasi puasa (pinterest.com)

AKURAT.CO Puasa adalah kewajiban bagi semua Muslim, baik pria dan wanita yang telah mencapai usia baligh. Kewajiban puasa ini merupakan bagian dari rukun Islam ketiga setelah syahadat dan salat. Ibadah puasa dilakukan selama satu bulan ketika bulan Ramadan datang.

Puasa adalah kegiatan menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa seperti halnya makan, minum, hingga berhubungan seksual,mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Karena itu kita sebagai umat Islam harus bisa menahan itu semua agar tidak terjadi pembatalan puasa.

Terlepas dari itu, kesempurnaan puasa tidak hanya sekedar menahan rasa lapar, haus, dan syahwat untuk sebagai syarat sahnya puasa kita. Tetapi juga beramal mulia selama berpuasa yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Serta hindari hal-hal yang membatalkan puasa. Tentunya ini menjadi dasar puasa kita yang khusyuk

baca juga:

Ketika kita berpuasa, kita pasti sering dengan merasa ragu dengan puasa kita sendiri. Apakah batal atau tidak? Misalnya karena tanpa sengaja, tidak tahu, atau lupa, karena itu kita jadi membatalkan puasanya. Oleh karena itu di artikel ini  ada beberapa hal yang tidak membatalkan ketika kita berpuasa.

6 Hal yang Tidak Membatalkan Puasa

Dalam Syekh Salim bin Sumair Al-Hadrami di Matan Safinatun Najah menyebutkan ada 6 hal yang tidak membatalkan puasa

“Yang tidak membatalkan di antara yang sampai ke dalam rongga perut ada tujuh perkara: (1) sesuatu yang sampai ke dalam rongga perut karena lupa; (2) sesuatu yang sampai ke dalam rongga perut karena tidak tahu; (3) sesuatu yang masuk ke dalam rongga perut karena dipaksa; (4) mengalirnya air liur bercampur sesuatu yang ada di sela-sela gigi, sementara orang yang mengalaminya tidak bisa memisahkan sesuatu tersebut karena sulit; (5) sesuatu yang masuk ke dalam rongga perut berupa debu; (6) perkara yang masuk ke dalam rongga perut berupa butiran-butiran tepung, lalat terbang yang tiba-tiba masuk, dan sejenisnya.” (Nawawi, Kasyifatus Saja Syarhu Safinatun Najah)

Dari hal tersebut dapat dirincikan ada 6 hal yang tidak membatalkan puasa:

  1. Sesuatu yang masuk perut karena lupa, baik dalam bentuk makanan maupun minuman. Padahal dalam kenyataannya, tidak hanya sekedar makan dan minum, bahkan puasa pun jika terlupa tidak membatalkan puasa. Artinya, siapa pun yang melakukan ini, puasanya bisa berlanjut hingga saat berbuka puasa. Bahkan Rasulullah SAW juga sudah menyebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang berbunyi. “Siapa saja yang lupa, sementara ia sedang berpuasa, kemudian ia makan atau minum, maka sempurnakanlah puasanya. Sebab, ia telah diberi makan dan minum oleh Allah.” (HR Ahmad).
  2. Sesuatu masuk perut karena tidak tahu. Hal ini jarang terjadi pada orang yang rutin menjalankan puasa. Namun, itu bisa terjadi pada orang yang sangat biasa, jauh dari para ulama atau mualaf baru. Misalnya menelan air saat berkumur, bila dilakukan secara berlebihan.
  3. Sesuatu yang masuk perut karena dipaksa. Dalam keadaan dan situasi normal, ini juga jarang terjadi. Namun, bisa saja dalam keadaan tertentu, seperti seorang pegawai yang berdiri di depan atasannya yang tidak seiman dan tidak toleran, akan dipaksa untuk batal puasanya. Dalam tipe pemaksaan ini, jika Anda tidak mematuhi perintah atasan, kita akan dianiaya, dilukai, dan dibunuh sampai menghilangkan nyawa. Artinya, meskipun selalu ada kemungkinan untuk menolak dan menghindari paksaan, namun tidak termasuk kondisi yang memaksa seseorang untuk batalkan puasanya.
  4. Mengalirnya air liur bercampur sesuatu yang ada di sela-sela gigi. Ini bisa terjadi di pagi hari karena Anda lupa menyikat gigi atau tidak berkumur dengan benar. Akibatnya, ada kotoran di sela-sela gigi yang keluar dan bercampur dengan air liur. Jika masih memungkinkan untuk dikeluarkan, maka sisa makanan harus dibuang. Namun, jika sangat sulit dipisahkan, dan jika menelannya tidak membatalkan puasa. Begitu juga kasusnya seperti dahak. Hanya saja jika sudah terlanjur masuk rongga mulut relatif mudah dimuntahkan, sehingga jika disengajakan tertelan bisa membatalkan puasa. Dikecualikan jika dahak masih berada di tenggorokan atau di sebelah dalam makhraj huruf kha’, maka itu tidak masalah walau tertelan. Sama halnya dengan ingus, jika ia berada di rongga dalam hidung atau khaisyum, maka tidak masalah. Termasuk ke dalam kasus ini adalah bekas air wudu atau darah sariawan. Selama yang bercampur ludah masih mungkin dikeluarkan, maka harus dikeluarkan. Namun, sudah dirasa sulit, maka tidak masalah walau tertelan. Kasus serupa juga terjadi pada orang yang terpaksa harus mencicipi masakannya. Maka ia boleh mencicipinya, selama bekasnya yang bercampur dengan liur yang masih mungkin dibuang, segera dibuang.
  5. Sesuatu yang masuk perut berupa lalat. Saat mengendarai kendaraan roda dua tanpa helm, akan sulit untuk mencegah benda asing masuk ke mulut, lubang hidung, atau mata. Termasuk kotoran, lalat dan serangga lainnya. Jadi jika kotoran, lalat atau serangga lainnya masuk ke dalam rongga perut, selama tidak disengaja maka tidak membatalkan puasa.
  6. Sesuatu yang masuk rongga perut berupa debu. Butiran tepung, atau asap dalam perjalanan orang yang berpuasa biasa melintasi jalan berdebu. Meski sulit dihindari, membiarkan orang menarik napas, maka puasanya tidak akan membatalkannya. 

Wallahu A'lam.[]