Entertainment

Bebas Dari Penjara, Jerinx SID Bahas Pernikahan yang Penuh Cobaan

Jerinx SID bebas dari lapas Kerobokan, Badung, Bali pada Selasa (2/8)

Bebas Dari Penjara, Jerinx SID Bahas Pernikahan yang Penuh Cobaan
Potret mesra Nora dan Jerinx (Instagram/ncdpapl)

AKURAT.CO, Jerinx SID baru saja keluar dari lapas Kerobokan, Badung, Bali pada Selasa (2/8). Usai menghirup udara bebas, Jerinx menuliskan curhatan perasaannya melalui akun instagram resminya.

Disitu, drummer Superman Is Dead itu menunggah potretnya bersama dengan sang istri, Nora Alexandra dan menuliskan kalimat penuh haru mengenai perjalanan pernikahannya.

“Tidak ada pernikahan yg sempurna. Adanya cuma di film-film fiksi. Pernikahan adalah perihal penyatuan 2 ego agar bertemu di satu garis keselarasan yg harmonis. Terdengar simpel tapi aslinya ruwet minta ampun karena sejatinya isi kepala manusia tidak ada yg benar-benar 100% sama. Sebuah pernikahan akan diuji ketika ia sedang mengalami masalah dan cobaan,” tulis Jerinx dikutip dari unggahannya, Minggu (7/8).

baca juga:

Pria bernama asli I Gede Ari Astina itu juga mengungkapkan perjalanan pernikahannya yang kerap diterpa cobaan sebelum dan sesudah.

“Pernikahan kami cobaannya sungguh nyata. Dari sebelum dan sesudah menikah sudah diterjang masalah demi masalah yg cukup serius. Jarak usia yg 18 tahun juga tidak banyak membantu ketika tertimpa masalah. Kami berdua adalah api. Saya terlalu lama terlibat di dunia aktivisme yg cenderung toxic dan keras. Istri juga sejak lahir tumbuh di lingkungan yg keras. Jadinya ya sama-sama keras,” tuturnya.

“Saat berada di situasi yg serba tertekan, saya akui istri saya sungguh kuat dan setia luar biasa. Dan di setiap diwawancarai media selama sidang di Jakarta, saya pun sebisa mungkin menunjukkan jika diri ini kuat (meski aslinya remuk) dan sangat sayang terhadap istri,” tambahnya.

Pria 45 tahun itu pun mengaku sempat mengalami depresi setelah dianggap menjadi suami yang gagal.

“Benar, saya sempat depresi merasa gagal jadi suami yg baik hingga mengucapkan hal2 yg tak semestinya saya ucapkan. Depresi karena saya tidak bisa bekerja memenuhi kebutuhan keluarga. Sempat pula berpikir jika pernikahan saya adalah sebuah "kesalahan". Belum lagi kondisi dalam bui di Jakarta yg sekamar 8 orang. Tanpa privasi sama sekali. Nyaris tak ada waktu guna membangun kejernihan dalam berpikir. Kalau gak kuat mental ya lama2 bisa gila,” tutupnya.