News

Bebas, 2 Tersangka KSP Indosurya Dilarang Keluar Negeri dan Wajib Lapor

Bareskrim Polri mewajibkan dua tersangka kasus KSP Indosurya yakni HS selaku pendiri dan ketua KSP Indosurya dan JI selaku kepala administrasi, untuk menjalani wajib lapor.


Bebas, 2 Tersangka KSP Indosurya Dilarang Keluar Negeri dan Wajib Lapor
Ilustrasi tersangka (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Penyidik Direktorat Kriminal Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mewajibkan dua tersangka kasus KSP Indosurya yakni HS selaku Pendiri dan Ketua KSP Indosurya dan JI selaku Direktur Keuangan KSP Indosurya, untuk menjalani wajib lapor.

"Kami minta tersangka wajib lapor seminggu dua kali sehingga keberadaannya bisa diketahui, karena kami tidak bisa melakukan penahanan lagi," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Jakarta, Sabtu (25/6/2022). 

Whisnu menerangkan, hal itu dilakukan agar kedua tersangka itu tidak melarikan diri. Selain diwajibkan untuk lapor, Polri juga mencekal kedua tersangka itu untuk bepergian ke luar negeri. 

baca juga:

"Sebagai langkah Polri untuk mengawasi tersangka, Polri melakukan pencekalan, sehingga tidak bisa ke LN," kata Whisnu. 

Sebelumnya, dua tersangka kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya dibebaskan dari rumah tahanan (rutan). Hal ini lantaran masa tahanan mereka telah habis.

Kedua tersangka itu yakni HS selaku pendiri dan ketua KSP Indosurya dan JI selaku kepala administrasi.

"Dua tersangka kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya dibebaskan dari rumah tahanan (rutan), karena masa tahanan mereka telah habis," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan di Jakarta, Sabtu (26/6/2022). 

"Setiap orang (tersangka) maksimal ditahan selama 120 hari. Maksimal sesuai undang-undang KUHAP, tidak boleh lebih, bisa melanggar HAM," sambung Whisnu.

Kendati demikian, Wisnu memastikan proses kasus dugaan investasi bodong KSP Indosurya Cipta tetap berlanjut.

"Iya perkara tetap lanjut," lanjutnya. 

Whisnu mengatakan, berkas perkara kasus ini belum dikembalikan ke penyidik. Padahal telah melampaui batas waktu tahanan. 

"Berkas perkaranya belum dibalikkan dari jaksa ke Polri. Penyidik Polri tidak ada kendala, mungkin kendalanya ada di Jaksa (Kejaksaan Agung)," ujarnya.

Sebagai informasi, Bareskrim Polri menetapkan tiga petinggi KSP Indosurya sebagai tersangka. Mereka yakni Ketua KSP Indosurya Cipta Henry Surya, Direktur Keuangan KSP Indosurya Cipta June Indria, dan Direktur Operasional KSP Indosurya Cipta Suwito Ayub. 

Polisi mengatakan Suwito masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Ketiganya disangkakan dengan Dugaan tindak pidana Perbankan dan atau tindak pidana penggelapan dan atau tindak pidana penipuan/perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang. 

Ketiganya dijerat dengan  Pasal 46 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang  tentang Perbankan dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4. Serta, Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. []