Ekonomi

Bea Cukai Singapura Sita Penyelundupan Cula Badak Senilai USD830.000

Bea Cukai Singapura Sita Penyelundupan Cula Badak Senilai USD830.000
Cula badak bernilai tinggi dalam pengobatan China (CARL DE SOUZA)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu, pihak berwenang Singapura melalui bea cukainya dikabarkan telah melakukan penyitaan cula badak. Penyitaan cula badak itu merupakan salah satu penyitaan terbesar yang pernah dilakukan dengan nilai fantastis mencapai USD830.000.

Penyelundupan cula badak ini berasal dari Afrika Selatan, yang mana menurut Dewan Taman Nasional Singapura mengungkapkan bahwa ada sebanyak 20 cula dengan berat total hingga 34 kilogram dan berhasil disita di Bandara Changi, Singapura.

"Barang selundupan tersebut berhasil kami deteksi berkat bantuan anjing pelacak, sampai saat ini tersangka sudah kami tangkap. Tentunya ini merupakan penangkapan besar bagi kami," tulis pernyataan yang dikeluarkan oleh Dewan Taman Nasional melalui lansiran VoA.

baca juga:

Lebih lanjut berdasarkan pernyataan tersebut, badak merupakan salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan konvensi perdagangan Internasional untuk Spesies Fauna dan Flora Liar yang terancam Punah (CITES) oleh karena itu perdagangan cula sangatlah dilarang diseluruh dunia.

"Saat ini, cula badak tersebut sedang kami identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui badak jenis apa yang diselundupin oleh tersangka. Setelah itu cula-cula tersebut akan dihancurkan untuk mencegah mereka dipasarkan lagi," tulis pernyataan tersebut.

Sebagai untuk diketahui, menurut persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) yang berbasis di Swiss menerangkan bahwa lebih dari 2.700 badak diburu di Afrika diantara tahun 2018 hingga 2021, dengan 90 persen di antaranya dibunuh di Afrika Selatan, terutama di Taman Nasional Kruger.

Bahkan disebut-sebut, Cula badak dianggap sebagai simbol status dan diyakini memiliki khasiat obat di beberapa bagian Asia. Cula juga diukir menjadi perhiasan dan barang-barang rumah tangga termasuk sisir, kancing dan ikat pinggang.

Akan tetapi, IUCN tak mengatakan perburuan dan perdagangan ilegal cula telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun apabila tidak ada pengawasan masih akan menjadi ancaman yang sangat serius bagi spesies badak, khususnya badak bercula. []

Sumber: Voice of America (VOA)