Ekonomi

Bea Cukai: Penerima Fasilitas Kepabeanan Sumbang Rp864,24 triliun Nilai Ekspor Nasional

sehingga total dari ekspor yang didapat menembus Rp864,24 triliun dengan total fasiltias kepabeanan yang diterima mencapai Rp 47,03 triliun.

Bea Cukai: Penerima Fasilitas Kepabeanan Sumbang Rp864,24 triliun Nilai Ekspor Nasional
Suasana aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Perlambatan kredit berorientasi ekspor dan impor masih akan berlanjut pada tahun depan. Pasalnya, sejauh ini tantangan ekonomi global belum menunjukan tanda-tanda positif. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Direktur Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Untung Basuki mengungkapkan perusahaan yang ada di kawasan berikat dan penerima fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) telah memberikan hampir 40 persen dari ekspor nasional.

Untung mengatakan bahwa kontribusi ekspor perusahaan-perusahaan Kawasan Berikat dan KITE ini di angka sekitar 39 persen sekian, yang hampir menyentuh 40 persen.

"Jadi itu yang kita jaga kontribusi perusahaan-perusahaan itu untuk angkanya tetap secara nasional di angka itu,” kata dia di sela Press Tour bertema Utilisasi Kepabeanan dan Cukai untuk Mendorong Ekspor Nasional di Bandung, Rabu (10/8/2022).

baca juga:

Menurut data dari DJBC, setidaknya kontribusi perusahaan KB dan penerima KITE sudah menembus 1.822 perusahaan, dengan rincian 1.394 Kawasan Berikat, 360 penerima fasilitas KITE, sehingga total dari ekspor yang didapat menembus Rp864,24 triliun dengan total fasiltias kepabeanan yang diterima mencapai Rp 47,03 triliun.

Kontribusi ekspor perusahaan KB KITE tahun 2022 dibandingkan nilai ekspor nasional hingga bulan Juli mencapai 37,52 persen. Sebagai perbandingan kontribusinya pada tahun 2020 menembus 39,53 persen, dan tahun 2021 mencapai 39,64 persen.

Selain itu, Untung juga menegaskan bahwa pemerintah memantau ketat pelaksanaan pemberian fasilitas kepabeanan pada Kawasan Berikat dan KITE tersebut untuk menjaga kinerja ekspor nasional dan beriringan penyerapan tenaga kerja juga temasuk terjaga karena berkat tingginya ekspor tersebut sejalan dengan performa perusahaan.

“Memang di bulan Juli 2022 ini angkanya masih 36 persenan, tapi kita harapkan sebetulnya bisa di angka 40 persen. Artinya secara nasional, kalau ekspor nasional tumbuh, kalau share mereka 40 persen juga artinya mereka tetap tumbuh. Tetapi kontribusi yang 40 persen itu kita jaga betul,” kata dia.

Untung mengatakan fasilitas kepabeanan Kawasan Berikat dan KITE tersebut diberikan untuk menjaga kinerja ekspor.

Menurut dia pemberian fasilitas kepabeanan tersebut juga menyimpan sanksi bagi pelanggarnya. Misalnya perusahaan yang mendapat KITE berupa pembebasan bea masuk untuk bahan baku dan ketahuan hasil produksinya tidak untuk ekspor akan dikenakan denda. Tak tanggung-tanggung, denda tersebut bisa mencapai 500 persen dari bea masuk.

“Dendanya bervariasi itu bisa sampai 500 persen dari bea masuk,” kata Untung.

Ia mengatakan fasilitas kepabeanan tersebut menjadi andalan untuk menjaga kinerja ekspor nasional di tengah ancaman krisis saat ini.

“Justru tugas kami adalah terutama di sektor riil bagaimana menjaga agar perusahaan-perusahaan ini yang memiliki kemampuan ekspor yang kontribusinya 40 persen itu kita jagain terus,” kata dia.[]