Ekonomi

BCA Cetak Laba Bersih Rp7 Triliun di Kuartal I-2021

BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp7 triliun, tumbuh 7,0% secara tahunan (YoY). 


BCA Cetak Laba Bersih Rp7 Triliun di Kuartal I-2021
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (tengah) beserta jajaran direksi BCA memaparkan laporan Keuangan Full Year 2018 PT Bank Central Asia Tbk (BCA), di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (28/2/2019). Dalam jumpa persnya, PT BCA mengalami pertumbuhan laba bersih sebesar 10,9% mencapai Rp 25,9 triliun dibandingkan Rp 23,3 triliun pada tahun 2017. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp7 triliun per kuartal I-2021. Angka ini tumbuh 7,0% secara tahunan (YoY). 

Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, portofolio total kredit dan obligasi korporasi telah relatif stabil sejak Desember 2020, mencapai Rp610 triliun per 31 Maret 2021. 

Hal ini didukung oleh penempatan pada obligasi korporasi yang meningkat sebesar 6,9% dibandingkan posisi Desember 2020.

Sementara itu, BCA membukukan pertumbuhan kredit yang positif pada segmen korporasi, ditopang permintaan pada industri telekomunikasi, minyak nabati dan hewani, serta perkebunan.

“Kinerja solid BCA dan entitas anak tidak lepas dari dukungan para nasabah, regulator, dan seluruh pihak terkait, yang senantiasa bergandengan tangan dengan kami dalam melewati masa-masa sulit ini," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam video conference, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Selaras dengan komitmen BCA untuk meningkatkan pembiayaan, fasilitas kredit untuk bisnis naik hingga 6% YoY. Meski demikian, aktivitas bisnis yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga total kredit BCA terkoreksi menjadi Rp586,8 triliun di akhir Maret 2021.

Kredit korporasi mencapai Rp262,6 triliun di Maret 2021, naik 0,9% YoY. Sementara itu, kredit komersial dan UKM turun 6,4% YoY menjadi Rp178,9 triliun. Total kredit konsumer terkontraksi 10% YoY menjadi Rp139,5 triliun.

Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,4% YoY menjadi Rp89,4 triliun, serta KKB berkurang 23,7% YoY menjadi Rp36,0 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 10,2% YoY ke Rp11,1 triliun. 

"Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Online Expoversary diharapkan akan berkontribusi bagi penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini. Dari total portofolio kredit, sekitar 21,4% atau Rp126,0 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan," katanya. []