Lifestyle

Bayi Selalu Menangis Saat Tidak Digendong, Ini Cara Mengatasinya

Bayi menangis saat tidak digendong tentu bukan fenomena asing bagi kebanyakan orang tua. Beberapa ahli menyebut kondisi ini sebagai efek trimester keempat.


Bayi Selalu Menangis Saat Tidak Digendong, Ini Cara Mengatasinya
Ilustrasi - Bayi selalu menangis saat tidak digendong (Unsplash/Hollie Santos)

AKURAT.CO  Sebagai orang tua, Bunda tentu merasa senang dan senang bisa menggendong Si Kecil. Tapi, saat Bunda menurunkannya, dia mulai menangis. Alhasil, Bunda pun harus mengangkatnya lagi. Bayi menangis saat tidak digendong tentu bukan fenomena asing bagi kebanyakan orang tua, juga bukan kejadian yang tidak biasa.

Bagi kebanyakan bayi yang baru lahir, keinginan untuk digendong cukup normal. Beberapa ahli menyebut kondisi ini sebagai efek trimester keempat. Artinya, bayi yang berusia kurang dari empat bulan membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan dunia, di luar tubuh ibu mereka.

Selama 9 bulan, bayi berada di lingkungan yang hangat dan aman, di mana mereka bisa mendengar suara jantung Bunda. Setelah dilahirkan di dunia, Si Kecil membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan lingkungan baru.

baca juga:

Oleh sebab itu, selama hari-hari awal setelah lahir, SI Kecil menginginkan perasaan dekat, hangat, dan aman yang sama seperti yang dirasakan ketika berada di dalam kandungan. Dan, hal ini bisa didapatkan ketika Bunda menggendongnya. 

Saat digendong, Si Kecil bisa mendengar detak jantungmu, white noise yang familiar dan membantunya tetap tenang dan santai. Selain itu, Si Kecil juga merasa sangat nyaman dan aman saat mencium aroma tubuh ibunya. 

Namun, apakah Bunda harus selalu menggendong Si Kecil yang menangis?

Hingga saat ini, menggendong bayi setiap kali ia menangis adalah salah satu perdebatan besar dalam mengasuh anak. Beberapa orang mengatakan bahwa orang tua harus menggendong anaknya setiap kali menangis. Sementara yang lain menyebut hal tersebut dapat memanjakan Si kecil.

"Ini rumit. Itu bisa dianggap terlalu berlebihan jika berdampak negatif pada perkembangan fisik atau keselamatan mereka," jelas Dr. Jennifer Shu, mengutip Parents, Sabtu (5/2/2022). 

"Misalnya, jika terlalu sering digendong membatasi kesempatan bayi untuk berolahraga dan mengembangkan ototnya, itu akan berdampak negatif. Juga, tidur terlalu lama sambil menggendong bisa menjadi risiko keamanan karena disarankan untuk tidur di ranjang atau buaian telanjang."

Dr. Shu menjelaskan bahwa kamu hanya  menggendong bayi ketika Si Kecil ingin digendong. Jika melakukan sesuatu yang membuat bayi tidak aman, Bunda mungkin harus membiarkan Si Kecil. Selama Si Kecil ditinggalkan di tempat yang aman, bersama orang tua atau pengasuhnya, Bunda tidak perlu buru-buu menggendongnya. 

“Tidak apa-apa membiarkan bayi menangis kadang-kadang bahkan jika dia ingin digendong, terutama jika orang tuanya tidak ada. Itu bisa mengajarkan gratifikasi yang tertunda,” jelasnya.

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa tips untuk menenangkan Si Kecil yang terus minta digendong: 

  • "Bungkus" Si kecil dengan pakaian yang nyaman. Ini akan memberinya kehangatan dan rasa aman. 
  • Mainkan musik yang menenangkan
  • Bekerja sama dengan pasangan, atau anggota keluarga lain.
  • Bantu bayi untuk  menyesuaikan diri dengan dunia luar. Jika dia mulai menangis saat Bunda menurunkannya, usap dia dengan lembut dan bicaralah dengan suara yang menenangkan. Coba alihkan perhatiannya dengan mainan atau benda-benda menarik lainnya. 
  • Biarkan Si Kecil terbiasa dengan orang lain.
  • Gunakan alat yang membatu Bunda untuk multitask, seperti baby wearing alias gendongan. kereta dorong, dan masih banyak lagi. 

Segera berkonsultasi ke dokter jika bayi menangis dalam waktu lama dari hari ke hari. Itu bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.[]