Lifestyle

Bayi Prematur Berisiko Terkena Penyakit Jantung dan Paru-Paru


Bayi Prematur Berisiko Terkena Penyakit Jantung dan Paru-Paru
Ilustrasi bayi prematur. (AKURAT.CO/Foto: Daily Mail)

AKURAT.CO, Bayi yang lahir lebih cepat ternyata memiliki kemungkinan 57% risiko bermasalah dengan penyakit jantung dan paru-paru di kemudian hari. Itu merupakan temuan baru di mana peneliti meneliti dampak kelahiran prematur terhadap kesehatan jantung dan pernafasan di masa dewasa.

Ketua tim penelitan Dr Isabel Ferreira dari Universitas Queensland di Brisbane, Australia, berharap temuan itu akan mendorong pertemuan untuk melahirkan dengan sesar.  Dokter sebenarnya telah mengetahui kalau kelahiran sebelum waktunya akan berisiko dengan masalah kesehatan. Kelahiran bayi sebaiknya terjadi pada kehamilan 37-40 pekan. Tetapi, beberapa perempuan tidak ingin melahirkan hingga usia kehamilan matang yakni 41-42 minggu.

“Dokter seharusnya memberikan informasi mengenai risiko kesehatan dalam melahirkan secara dini karena berkaitan dengan faktor kesehatan bayi,” ujar Ferreira dilansir Daily Mail pada Rabu (27/9). Penelitian itu dipublikasikan pada American Heart Association setelah meneliti kesehatan jantung dan pernafasan pada 800 bayi di Irlandia Utara yang lahir pada usia kehamilan 37-38 minggu dan diteliti hingga usia 12,15, dan 22.

Kesehatan kardiorespiratory merupakan hal yang penting. Itu berkaitan bagaimana tubuh bisa mengantarkan oksigen ke otot dalam aktivitas fisik. Bayi yang dilahirkan ini ternyata memiliki kesehatan kardio dan pernafasan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang lahir pada kehamilan matang.

Bayi yang lahir pada usia kehamilan 37-38, saat remaja memiliki permasalahan jantung dan pernagasan. Di kemudian hari, mereka berisiko mengalami penyakit jantung. Mereka akan mudah lelah. Padahal, fungsi kardiorespiratory sangat penting dalam metabolisme dan kesehatan jantung.[]