News

Bawaslu Terpilih Jadi Presiden GNEJ Gantikan Republik Dominika

Bawaslu terpilih sebagai Presiden Global Network on Electoral Justice Network (GNEJ) mulai 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2023.


Bawaslu Terpilih Jadi Presiden GNEJ Gantikan Republik Dominika
Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar di usai mengisi FGD di Posko Jokowi-Ma'ruf, Jl. Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Badan Penngawas Pemilu (Bawaslu) terpilih sebagai Presiden Global Network on Electoral Justice Network (GNEJ) mulai 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2023 menggantikan Republik Dominika (Superior Electoral Court of the Dominican Republic). Pemilihan itu dilakukan dalam forum internasional keempat yang digelar secara daring atau (dalam jaringan) pada 21 hingga 22 Oktober 2021.

"Seluruh governing council GNEJ menyatakan setuju atas terpilihnya Bawaslu sebagai Presiden GNEJ," ungkap Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/10/2021).

Fritz menambahkan, forum GNEJ juga membahas sejumlah masalah yang ditemukan pada beberapa negara terkait penyelenggaraan pemilu di masing-masing negara seperti kesetaraan gender, disinformasi, dan kesulitan menggelar demokrasi.

"GNEJ menyatakan sangat berharap Indonesia mampu memberikan perubahan yang baik ke depannya untuk forum internasional ini," jelas dia. 

Selain Indonesia, hadir pula beberapa Wakil Presiden GNEJ, yaitu Afrika Selatan untuk perwakilan Afrika, Kolombia untuk perwakilan Amerika, Spanyol untuk perwakilan Eropa.

Pada 4 Maret 2021, GNEJ sudah menggelar rapat membahas beberapa agenda seperti kalender agenda virtual, pertukaran pengalaman, dan informasi terkait pemilu antarnegara di dunia, sekaligus menyetujui untuk berkontribusi bersama menyediakan platform pertukaran informasi. 

GNEJ sendiri merupakan organisasi yang memiliki anggota sebanyak 187 dari Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Mahkamah Pemilu, Pengawas Pemilu, para akademisi, pegiat pemilu dari berbagai negara yang memfokuskan diri kepada keadilan pemilu. 

"Menjadi Presiden GNEJ merupakan sebuah tantangan bagi Bawaslu untuk dapat melanjutkan dan membawa keadilan pemilu ke dunia secara internasional dan terutama untuk daerah Asia. Akan tetapi, penunjukan ini merupakan pengakuan internasional terhadap Bawaslu di dalam melaksanakan pengawasan dan menjaga keadilan pemilu dari berbagai pemilu dan pilkada yang sudah dilaksanakan," ulas Fritz. 

Perlu diketahui, pertemuan keempat GNEJ ini sedianya digelar di Republik Dominika. Akan tetapi, akibat pandemi Covid-19, maka pelaksanannya dilakukan secara daring (dalam jaringan) selama dua hari, yakni 21-22 Oktober 2021.

Turut hadir para dewan penasehat dari sejumlah organisasi dunia seperti International Foundation for Electoral Systems (IFES), Organization of American States (OAS), International Institute for Democracy and Electoral Assistance (International IDEA), United Nations Development Programme (UNDP, Mexico Country Office), bahkan tokoh kampus seperti Jean-Philippe Derosier selaku Professor of Public Law in the Legal Research Center at the University of Lille, Perancis.[]