News

Bawa Senjata di Tiga Sekolah, Pria Kanada Langsung Ditembak Mati Polisi

Dikatakan dua petugas menembak pemuda tersebut, dengan peluru mengenai tubuhnya setidaknya sekali.


Bawa Senjata di Tiga Sekolah, Pria Kanada Langsung Ditembak Mati Polisi
Dalam foto ini, para petugas bekerja di tempat kejadian di mana polisi menembak seorang pria bersenjata yang berjalan dekat sekolah (Chris Helgren/Reuters)

AKURAT.CO  Kepolisian Toronto, Kanada pada Kamis (26/) menembak mati seorang pria yang terlihat membawa senapan di dekat tiga sekolah di kota Scarborough.

Peristiwa itu terjadi usai petugas menanggapi laporan tentang seorang pria bersenjata, yang digambarkan berusia akhir belasan atau awal 20-an. Menurut laporan The Guardian, pemuda tersebut berada di daerah Port Union, sekitar pukul 1 siang, dengan menggenggam senjata api.

Pada saat kejadian, interaksi  muncul antara petugas dan pria tersebut, hingga pada satu titik, tembakan terjadi, kata Unit Investigasi Khusus Ontario. Dikatakan dua petugas menembak pemuda tersebut, dengan peluru mengenai tubuhnya setidaknya sekali.

baca juga:

Pria itu pun akhirnya dinyatakan tewas di tempat.

Tidak segera jelas apa motif pria tersebut membawa senjata dan berkeliaran dekat sekolah. Namun, saksi mata ikut mengamini bahwa mereka mendengar suara tembakan saat peristiwa terjadi. Saksi juga mengaku melihat bagaimana polisi berusaha untuk menghidupkan kembali pria yang ditembak tersebut.

Buntut dari insiden, pihak berwenang langsung memutuskan untuk memberlakukan penguncian darurat setidaknya di empat sekolah di sekitar lokasi. Beberapa sekolah yang dikunci mencakup Sekolah Menengah Pertama William G. Davis, Sekolah Menengah Negeri Joseph Howe, Sekolah Menengah Pertama Negeri Charlottetown, dan Institut Perguruan Tinggi Sir Oliver Mowat.

"Saya benar-benar takut, saya baru saja mulai berdoa," kata seorang siswa kepada CTV, afiliasi CNN.

Hingga Kamis sore harinya, Kepala Kepolisian Toronto, James Ramer, mengatakan bahwa tidak ada ancaman lebih lanjut terhadap keselamatan publik. Sementara, peristiwa seputar penembakan masih 'tertutup', dengan polisi mencoba untuk meningkatkan patroli. 

Insiden di Toronto hanya terjadi beberapa hari usai Amerika Serikat bergulat dengan kejutan dari dua penembakan massal baru-baru ini. Itu tidak lain adalah penembakan di sekolah paling mematikan dalam hampir satu dekade di Uvalde, Texas, dan penembakan berbau rasisme di sebuah supermarket di Buffalo, New York.

"Kami tentu memahami trauma dan betapa traumatisnya hal ini bagi staf, siswa, dan orang tua mengingat dua peristiwa baru-baru ini yang terjadi di Amerika Serikat," kata Ramer pada jumpa pers, merujuk pada penembakan di Uvalde dan Buffalo.

Ramer juga menambahkan bahwa pihaknya sangat memahami kekhawatiran masyarakat karena pria bersenjata tersebut sangat dekat dengan sekolah.

Kini, Unit Investigasi Khusus Ontario dilaporkan sedang berusaha menyelidiki penembakan fatal tersebut.

"Empat penyelidik dan tiga penyelidik forensik telah ditugaskan untuk kasus ini," kata sebuah rilis berita. 

Kemudian di Twitter, Perdana Menteri Ontario Doug Ford menulis ucapan terima kasihnya kepada polisi dan layanan darurat karena 'tindakan cepat' mereka.

"Terima kasih kepada polisi dan layanan darurat atas tindakan cepat hari ini di Scarborough. Kami sangat berterima kasih atas semua yang Anda lakukan untuk menjaga komunitas kami tetap aman," katanya.[]