Lifestyle

Batik Durian Lubuklinggau Ditampilkan di Milan Fashion Week SS 2022

Batik Lubulinggau ini dibawakan dalam koleksi karya desainer Jenny Yohana Kansil atas nama merek baju ready to wear-nya yakni JYK Indonesia


Batik Durian Lubuklinggau Ditampilkan di Milan Fashion Week SS 2022
Koleksi Batik Durian Lubuklinggau dengan tampilan punk, yang dipamerkan di Milan Fashion Week 2021. (Instagram/jyk_fashionlabel)

AKURAT.CO, Setelah casual wear asli Indonesia buatan Erigo tampil di New York Fashion Week 2021. Kini, batik kembali muncul di perhelatan bergengsi mode dunia, yakni Milan Fashion Week Spring Summer 2022.

Batik yang tampil pada ajang fashion di negara kiblat fashion ini, yakni Batik Durian khas Lubuklinggau. 

Batik Lubulinggau ini dibawakan dalam koleksi karya desainer Jenny Yohana Kansil, atas nama merek baju ready to wear-nya yakni JYK Indonesia.

Tema 'Revolutionary' yang diangkat milan fashion week kali ini sebagai bentuk perubahan sekaligus harapan di masa depan, yang dipadukan dengan Batik Lubuklinggau. 

Koleksi ditampilkan di Milan Fashion Week 2021 pada 21 September lalu, di Palazzo Visconti, Via Cino del Duca 8, Milan, Italia. 

"Inspirasi koleksi datang dari batik durian Lubuklinggau itu sendiri. Juga dari situasi pandemi. Durian kan berduri. Tapi, siapa sangka di dalamnya itu ada buah durian yang manis, legit dan very soft. Beda banget dengan bentuknya, gitu" ujar Jenny Yohana Kansil di Kanal Youtube Ri3ska, dikutip pada Selas (28/9).

Menurut Jenny, karena buah itu berduri, makanya ada sesuatu yang menarik dan dia refleksikan dalam unsur punk style yang sangat modern.

"Apalgi tema dari Milan Fashion Week ini revolutionary. Di situasi pandemi ini, apa sih yang bisa kita perbaharui, kita bikin gebrakan. Enggak apa-apa pandemi, karena segala sesuatu yang terjadi ada kebaikan untuk kita semua, ya, seperti durian yang kita padukan dengan gaya punk yang disukai anak muda, supaya tertarik dengan batik lubuklinggau ini," sambungnya.

View this post on Instagram

A post shared by JYK (@jyk_fashionlabel)

Dalam kesempatan, Istri Walikota Lubuklinggau, Sumatera Selatan sekaligus pencipta Batik Durian Lubuklinggau, Rina Prana itu juga hadir di show tersebut. 

Rina menyampaikan bahwa koleksi punk dari batik durian Lubuklinggau ini bisa diterima semua kalangan, tidak terkecuali anak muda. Koleksi ini juga ternyata mengusung sustainable-fashion atau fashion yang memperhatikan keberlangsungan lingkungan yang sedang digandrungi anak muda saat ini.

"Kami pastikan, koleksi ini 100% organik, 100% katun, 100% silk, dengan pewarna alam berasal dari pinang dan jengkol," papar Rina masih di kanal Youtube yang sama.

View this post on Instagram

A post shared by JYK (@jyk_fashionlabel)

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Roma, Danang Waskito, juga turut hadir dalam gelaran fashion tersebut.Dia menyampaikan penghargaannya atas partisipasi JYK pada kegiatan "Milan Fashion Week". 

"Partisipasi ini merupakan kolaborasi yang baik antara KBRI Roma dan penggiat diplomasi batik Indonesia seperti JYK dan Batik Lubuklinggau, untuk terus mendukung diplomasi Indonesia di Italia, khususnya dalam memperkenalkan wastra Indonesia seperti batik," ucap Danang dalam siaran pers, dikutip pada Selasa (28/9).

"Tentunya kita semua berharap partisipasi dalam kegiatan seperti ini, akan semakin mendorong kesuksesan JYK dan desainer Indonesia lainnya pada kancah internasional”, sambungnya.[]