Rahmah

Batalkah Puasanya Orang yang Meninggalkan Salat? 

Hukum puasa tidak salat


Batalkah Puasanya Orang yang Meninggalkan Salat? 
Ilustrasi anak berpuasa (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Salat 5 waktu merupakan kewajiban bagi orang Islam. Sehingga ketika berpuasa pun harus menjalankan 5 waktu salat itu. Jangan sampai justru meninggalkan secara sengaja.

Hasan Bin Ahmad al-Kaf dalam Taqriratus Sadidah fi Masail Mufidah menjelaskan:

 له حالتان: فتارة يتركها جحودا وتارة يتركها كسلا: إذا تركها جحودا، أي: معتقدا أنها غير واجبة هو كالمرتد........، إذا تركها كسلا: وذلك بأن أخرجها عن وقت الضرورة فهو مسلم 

 

Artinya: “Ada dua kondisi orang yang meninggalkan shalat: meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya dan meninggalkan shalat karena malas. Orang yang masuk dalam kategori pertama, maka ia dihukumi murtad. Sementara orang yang meninggalkannya karena malas, hingga waktunya habis, maka ia masih dikatakan muslim.”

Dalam Taqriratus Sadidah juga kemudian disebutkan:

 بطلات الصوم هي قسمان: قسم يبطل ثواب الصوم لا الصوم نفسه، فلا يجب عليه القضاء، وتسمى محبطات. وقسم يبطل الصوم وكذلك الثواب – إن كان بغير عذر- فيجب فيه القضاء، وتسمى مفطرات. 

Artinya: “Pembatalan puasa itu dibagi menjadi dua kategori: pertama, pembatalan yang merusak pahala puasa, namun tidak membatalkan puasa itu sendiri. Kategori ini dinamakan muhbithat (merusak pahala puasa) dan tidak diwajibkan qadha; kedua, sesuatu yang dapat membatalkan puasa dan merusak pahalanya. Bila melakukan ini tanpa udzur, maka wajib mengqadha puasa di hari lainnya. Kategori ini dinamakan mufthirat (membatalkan puasa)."

Nah, hemat penulis, meninggalkan salat masuk dalam kategori yang pertama, yaitu sesuatu yang tidak membatalkan puasa secara Syara' akan tetapi merusak pahala. Puasanya tidak dapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu