Olahraga

Batal Lawan Iran dan Uzbekistan, Timnas Amputasi Bidik Uji Coba Kontra Polandia

Batal Lawan Iran dan Uzbekistan, Timnas Amputasi  Bidik Uji Coba Kontra Polandia
Tim Nasional Amputasi melakukan latihan di Sports Club Serena Mansion, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (4/8). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Kabar kurang sedap datang dari Tim Nasional Amputasi Indonesia jelang Piala Dunia 2022. Skuat Garuda INAF-julukan Timnas Amputasi-masih belum menemukan lawan untuk uji coba setelah rencana melawan Uzbekistan dan Iran batal.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI), Yudhi Yahya. Ia menyebut bahwa pihaknya belum mampu memenuhi segala keperluan atau akomodasi kedua negara bila datang ke Indonesia.

"Ya, terakhir kami sudah coba jalin komunikasi dengan Uzbekistan dan Iran," ujar Yudhi usai memantau latihan Timnas Amputasi Indonesja di Sports Club Serena Mansion, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Rabu (3/8) pagi.

baca juga:

"Tapi karena memang biaya yang besar dan kami belum mampu mengakomodir terkait akomodasi mereka ke Indonesia, jadi mereka dapat dipastikan mengundurkan diri untuk uji coba melawan Indonesia."

Walau demikian, PSAI tidak menyerah begitu saja. Mereka langsung coba menjajaki negara lain untuk didatangkan. Polandia menjadi salah satu negara yang sedang dilobi agar bisa bertanding dengan Timnas Amputasi, selain Jepang pada bulan ini.

"Namun saya sedang menjalin komunikasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat Polandia atau Jepang. Mudah-mudahan ada komunikasi yang baik dan mereka bisa datang ke Indonesia," tambahnya.

"Harapan dari tim kepelatihan, dari pelatih pertengahan Agustus. Mudah mudahan itu akan terealisasi secepatnya."

Rencana uji coba internasional sendiri sejatinya sudah direncanakan dan masuk dalam program tim pelatih pimpinan Bayu Guntoro sejak awal pemusatan latihan pada 26 Juni. Jepang dan Palestin masuk dalam incaran.

Namun, hingga kini hal itu masih belum juga menemui titik terang. Padahal, Timnas Amputasi sangat membutuhkan uji coba internasional guna mengukur kemampuan Aditya dan kolega sebelum terbang ke Turki akhir bulan depan.

"Mudah-mudahan diberikan jalan dan kelancaran untuk bisa melakukan uji coba internasional guna mengetahui alat ukur kami, seberapa jauh kami sudah siap untuk menghadapi Piala Dunia, terutama di grup C dengan tim-tim yang lebih berpengalaman dari kita," jelas Bayu.

"Kemarin sempet merencanakan Jepang dan Palestina, tapi kalau ada yang bisa lebih berat lagi, mungkin Polandia saya pikir tidak ada salahnya."[]