Ekonomi

Pak Menteri Basuki Targetkan Tol Cisumdawu Seksi 1-4 Beroperasi Akhir Tahun Ini

Pak Menteri Basuki Targetkan Tol Cisumdawu Seksi 1-4 Beroperasi Akhir Tahun Ini
Kendaraan melintasi jalur mudik fungsional ruas Pamulihan–Cimalaka Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (30/4/2022). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

AKURAT.CO Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengupayakan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 1 hingga 4 sudah dapat beroperasi pada Desember 2022.

"Terus semangat untuk menyelesaikan main road pada semua Seksi 2, 3, dan 4. Kita upayakan Insya Allah bisa selesai dan dioperasikan selambatnya Desember 2022. Ini harus diupayakan sekuat tenaga," kata Basuki, kemarin.

Dari enam seksi yang dikerjakan dalam pembangunan tol Cisumdawu sepanjang 62 km, seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km telah beroperasi sejak Januari 2022. Pengerjaan seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km saat ini sudah mencapai 94,7 % tinggal pengerjaan lereng dan lanskap.

baca juga:

"Pada titik-titik yang memiliki pemandangan bagus bisa ditambahkan parking bay agar masyarakat bisa menikmati pemandangan (sekitar Gunung Tampomas)," tambahnya.

Proyek seksi 1 dan 2  dikerjakan pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Sementara itu seksi 3-6 dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT). 

Kementrian PUPR mendorong BUJT mempercepat penyelesaian seksi 3-6 yang panjangnya mencapai 33,21 km. Dalam catatannya. seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 km konstruksinya telah rampung 100%.

Kemudian pembangunan seksi 4 Cimalaka - Legok sepanjang 8,20 km konstruksinya untuk Seksi 4A sebesar 87,93% dan Seksi 4B sebesar 58%.

Seksi 5 Legok - Ujungjaya sepanjang 14,9 km progres konstruksinya untuk 5A sebesar 60,9% dan 5B sebesar 63%. Sedangkan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan progres untuk  6A sebesar 98,2% dan untuk 6B sudah 100% progres fisiknya.

Tol Cisumdawu yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun tersebut, kata Basuk untuk efektivitas operasional Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta pengembangan ekonomi kawasan Pantura Jawa Barat, mulai dari Cirebon, Indramayu, Majalengka hingga Kuningan (Ciayu Majakuning) Jawa Barat.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi