News

Baru Uji Coba, 1.764 Pengendara Langgar Ganjil Genap Jakarta, Terbanyak di Jalan Kramat Raya

Jam operasional ganjil-genap dimulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB dan sore dari pukul 16.00 sampai 21.00 WIB.

Baru Uji Coba, 1.764 Pengendara Langgar Ganjil Genap Jakarta, Terbanyak di Jalan Kramat Raya
Ilustrasi Kendaraan melintas di ruas Tol Dalam Kota, Jakarta, Kamis (1/4/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Sebanyak 1.764 pengendara tercatat melanggar aturan selama uji coba perluasan ganjil genap pada 6-12 Juni 2022.

"Tercatat hasil rekap pelanggaran ganjil genap pada masa uji coba tanggal 6-12 juni 2022, jumlah penindakan dengan teguran atau imbauan sebanyak 1.764," kata Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Jamal Alam dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/6/2022). 

Jamal mengatakan mayoritas pelanggar aturan ganjil genap terjaring petugas di lima ruas jalan, yakni Jalan Kramat Raya, Jalan Kyai Caringin, Jalan Pramuka, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Balikpapan. 

baca juga:

Adapun rinciannya yaitu 193 pelanggar ganjil-genap di Jalan Kramat Raya, 190 pelanggar di Jalan Kyai Caringin.

"Jalan Pramuka sebanyak 179 pelanggaran, Jalan Gajah Mada 169 pelanggaran, dan Jalan Balikpapan 135 pelanggaran," lanjutnya. 

Dengan berakhirnya uji coba tersebut, kata Jamal, kepolisian mulai menerapkan sanksi tilang terhadap pelanggar di 12 ruas jalan yang baru diberlakukan ganjil genap.

"Tepat hari ini Senin tanggal 13 juni 22, penegakan hukum terhadap perluasan gage di 13 ruas jalan sudah mulai dilaksanakan penindakan baik Tilang maupun ETLE," sambungnya. 

Penerapan ganjil-genap bertujuan untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum untuk menekan kemacetan.

Jam operasional ganjil-genap dimulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB dan sore dari pukul 16.00 sampai 21.00 WIB.

Aturan ganjil-genap berlaku Senin sampai Jumat. Sedangkan Sabtu, Minggu serta hari libur nasional tidak berlaku.

Ganjil-genap tidak berlaku bagi kendaraan dinas Polri, TNI, ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan bahan bakar listrik, sepeda motor, angkutan umum dengan plat dasar kuning dan kendaraan darurat lainnya yang dikecualikan.

Pelanggar sistem ganjil-genap Jakarta dikenakan sanksi pemberian bukti pelanggaran (tilang) yang mengacu pada Pasal 287 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yakni dikenakan denda maksimal Rp500 ribu.[]