News

Baru Diangkat oleh Militer, Duta Besar Myanmar untuk PBB Langsung Mengundurkan Diri

Dubes Myanmar untuk PBB yang baru saja diangkat telah mengundurkan diri. Ia mengatakan, pendahulunya yang dipecat oleh militer akan terus mewakili negara itu.


Baru Diangkat oleh Militer, Duta Besar Myanmar untuk PBB Langsung Mengundurkan Diri
Kyaw Moe Tun mengacungkan tiga jari usai berpidato meminta bantuan komunitas internasional untuk menggulingkan pemerintahan militer di Myanmar

AKURAT.CO, Duta besar Myanmar untuk PBB yang baru saja diangkat telah mengundurkan diri. Ia mengatakan kalau pendahulunya yang dipecat oleh pemerintah militer akan terus mewakili negara itu. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara PBB pada Kamis (4/3).

Dilansir dari Channel News Asia, Militer telah memecat Kyaw Moe Tun pada Sabtu (27/3) dari posisinya sebagai duta besar Myanmar untuk PBB. Pasalnya, sehari sebelumnya, Kyaw Moe Tun memohon kepada Majelis Umum PBB untuk membantu memulihkan demokrasi di negaranya.

Para jenderal pun mengangkat wakil Kyaw Moe Tun, Tin Maung Naing, sebagai gantinya. Namun, pada Kamis (4/3), Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Myanmar telah menginformasikan bahwa Tin Maung Naing sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Tin Maung Niang pun menyebut Kyaw Moe Tun akan tetap menjadi perwakilan Myanmar untuk PBB.

baca juga:

Sebelumnya, Kyaw Moe Tun menulis kepada presiden Majelis Umum PBB pada Senin (1/3) untuk menegaskan kudeta itu melanggar hukum, sehingga militer tak punya wewenang untuk memecatnya.

"Karena itu, saya ingin mengonfirmasikan kepada Anda bahwa saya masih menjadi wakil tetap Myanmar untuk PBB," tambahnya.

Namun, pada Selasa (2/3), kementerian luar negeri Myanmar mengirim pemberitahuan lisan ke PBB yang mengklaim Kyaw Moe Tun telah dicopot.

PBB lantas meninjau 2 surat kontradiktif tersebut. Lembaga itu mengatakan situasi tersebut tidak biasa, sehingga komite akreditasi dan protokol PBB akan menyelidikinya. Mereka akhirnya merujuk ke Majelis Umum untuk pemungutan suara sederhana. Namun, keputusannya belum bisa dicapai lantaran itu berarti mengakui pihak mana yang memegang kekuasaan di Myanmar.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu