News

Baru Berusia 3 Minggu, Ini 5 Fakta Penting Amblesnya Jembatan di Karawang

Fakta jembatan Karawang.


Baru Berusia 3 Minggu, Ini 5 Fakta Penting Amblesnya Jembatan di Karawang
Jembatan Karawang (Antara Photo)

AKURAT.CO, Salah satu jembatan di Kabupaten di Karawang dikabarkan ambles. Jembatan KW 6 atah yang lebih dikenal sebagai Jembatan kepuh telah mengalami ambles pada hari Sabtu (15/1) lalu. Padahal diketahui bahwa jembatan tersebut baru saja diresmikan pada tanggal 29 Desember 2021 lalu. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait jembatan KW 6 atau jembatan Kepuh di Kabupaten Karawang. 

1. Sudah amblas sehari sebelumnya

Menurut keterangan dari warga setempat, jembatan KW 6 tersebut diketahui telah amblas dari hari Jumat (14/1) lalu. Namun, keadaan tersebut masih belum sepenuhnya terlihat atau berdampak pada fungsi dari jembatan. Baru pada hari Sabtu (15/1), jembatan tersebut sudah sangat menghawatirkan karena jembatan terlihat amblas dan terlihat terbelah. Kondisi ini pun juga diperparah dengan adanya sejumlah kabar terkait gempa. 

baca juga:

2. Terkikisnya tanah

Menurut sejumlah kabar yang beredar, jembatan tersebut amblas sebagai akibat dari terkikisnya tanah di bagian sisi Tembok Penahan Tanah (TPT) jembatan. Karena tidak kuat menyangga beban badan jembatan, maka ambleslah jembatan tersebut. Sedangkan keretakan yang terdapat pada jembatan tersebut terlihat memanjang hingga 10 meter. Berlokasi di dekat dengan saluran irigasi sepanjang 200 meter, jembatan tersebut mengalami ambles hingga 30 centimeter. 

3. Baru diresmikan tiga minggu lalu

Pembangunan jembatan Kepuh ini sudah direncanakan sejak lama. Sedangkan tujuan utama dari pembangunan ini untuk mengurai kemacetan yang ada di sekitar Kabupaten Karawang. Sedangkan peresmian tersebut dilakukan secara simbolik oleh Bupati Karawang Cellica Nurracahdiana pada tanggal 29 Desember 2021 lalu. Dengan begitu, jembatan tersebut baru diresmikan sekitar 3 minggu yang lalu. 

4. Telan anggaran Rp10 miliar

Pembangunan jembatan dengan panjang 43,5 meter dengan lebar 7 meter ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama dimulai pada tahun 2019 silam dengan anggaran mencapa Rp8,24 miliar. Setelah sempat terhenti karena anggaran dialihkan ke pemulihan Covid-19, pembangunan kembali dengan menelan anggaran mencapai Rp2,19 miliar. Dengan begitu, total anggaran yang dihabiskan untuk membangun jembatan Kepuh ini mencapai Rp10,5 miliar. 

5. Bupati langsung pantau perbaikan

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karawang menyatakan telah meminta pertanggungjawaban dari kontraktor yang membangun jembatan tersebut. Sedangkan untuk proses perbaikan jembatan tersebut, beban biayanya sepenuhnya ditanggung oleh pihak kontraktor. Bupati Karawang juga menjelaskan bahwa ia akan secara langsung memantau perbaikan jembatan di Kelurahan Karangpawitan tersebut. 

Sedangkan pengerjaan perbaikan jembatan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu dari empat hingga enam bulan yang akan dimulai pada hari Senin (17/1) lalu. []