News

Bareskrim Polri Selidiki Kasus Dugaan Kebocoran Data Nasabah BPJS Kesehatan

Kasus dugaan kebocoran data pribadi 279 juta nasabah BPJS Kesehatan masih terus diselidiki penyidik Bareskrim Polri


Bareskrim Polri Selidiki Kasus Dugaan Kebocoran Data Nasabah BPJS Kesehatan
Ilustrasi - Bareskrim Mabes Polri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kasus dugaan kebocoran data pribadi 279 juta nasabah BPJS Kesehatan masih terus diselidiki oleh penyidik Bareskrim Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, sejumlah saksi sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik terkait kasus ini.

"Kasus masih berjalan, terakhir beberapa pejabat di BPJS Kesehatan itu telah diperiksa," kata dia, Selasa (8/6/2021).

Ada vendor sebagai penyedia teknologi informasi data BPJS Kesehatan yang diperiksa. Sayangnya, Rusdi tidak merinci berapa jumlah saksi dan juga siapa saja pejabat BPJS yang diperiksa oleh penyidik.

"Tentunya informasi dari pejabat dan vendor ini menjadi hal penting bagi penyidik mengungkap kasus yang diduga keras terjadi kebocoran data peserta daripada BPJS Kesehatan," ucap dia.

Tidak menutup kemungkinan, bakal ada pihak yang kembali diperiksa penyidik Bareskrim demi mendalami kasus ini.

"Tergantung kepentinganya nanti kalau memang ada pihak-pihak yang penyidik yakini bisa memberikan informasi," ujarnya.

"Sehingga memperjelas permasalahan yang ada tentunya penyidik akan memintai keterangan," sambung dia.

Sebagai informasi, Bareskrim Polri selidiki kasus dugaan kebocoran dan perdagangan data 279 juta penduduk Indonesia di dunia maya.

Pelaku diduga menjual Informasi pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, alamat, nomor telepon, bahkan sampai informasi gaji.[]