News

Bareskrim Polri Kembali Periksa 4 Tersangka ACT Hari Ini

Bareskrim Polri Kembali Periksa 4 Tersangka ACT Hari Ini
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/7/2022). Pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi 2018 lalu. (AKURAT.CO/ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

AKURAT.CO, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri kembali memanggil keempat petinggi yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Keempat orang itu itu adalah Ahyudin (A) selaku pendiri dan mantan Ketua Yayasan ACT, dan Ibnu Khajar (IK) selaku Ketua Yayasan ACT. Kemudian HH (Heryana Haryani) sebagai Dewan Pengawas ACT dan Novariadi Imam Akbari (NIA) yang merupakan anggota pembina periode di kepemimpinan A.

Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka. Rencananya, pemeriksaan akan berlangsung pada pukul 13.30 WIB. 

baca juga:

"(Pemeriksaan pukul) 13.30 WIB," kata Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Andri Sudarmaji kepada wartawan, Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Kombes Andri menyebut para tersangka sudah konfirmasi akan memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri.

"Sementara sudah confirm. Kalau ada perubahan diinfo," beber Andri.

Sebagaimana diketahui, ACT diduga menyelewengkan dana dari Boeing hingga Rp34 miliar dari dana Rp138 miliar yang masuk ke ACT. Dana tersebut digunakan tidak sesuai aturan salah satunya dana itu masuk ke koperasi 212.

Keempat tersangka itu dikenakan Pasal 45 a ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang 11 Tahun 2008 tentang ITE. Kemudian Pasal 70 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 5 Undang-Undang 16 Tahun 2001 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, lalu Pasal 3, 4, 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dan Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.

Terkait kasus ini, Bareskrim Polri telah menyita sejumlah kendaraan operasional yaitu 44 unit mobil dan 12 unit motor terkait kasus penyelewengan dana donasi oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Aset yang disita tersebut milik General Affair ACT, Subhan.