News

Bareskrim Polri Bongkar Penyalahgunaan Gas Subsidi

Dua tersangka berinisial DF dan T memindahkan gas 3 Kg ke tabung gas 12 Kg


Bareskrim Polri Bongkar Penyalahgunaan Gas Subsidi
Petugas memeriksa barang bukti selang yang telah dimodifikasi dalam kasus pengoplosan gas bersubsidi di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Selasa (6/4/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar penyalahgunaan gas subsidi dari Pemerintah. Di mana dua tersangka berinisial DF dan T ini memindahkan gas 3 Kg ke tabung gas 12 Kg.

Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Muhammad Zulkarnain mengatakan, pihaknya membongkar kasus ini berlokasi di perumahan Kavling DKI Jalur 20 Blok 41 nomor 42, Jalan Tomang 3, Meruaya Utara, Jakarta Barat.

"Pada awalnya kami di Bareskrim Dittipidter diperintahkan untuk mengawasi subsidi yang dikeluarkan pemerintah salah satunya pupuk, minyak dan gas," kata dia, Selasa (6/3/2021).

Di lokasi tersebut pihaknya menemukan barang bukti 1.372 tabung gas 3 Kg, 307 tabung gas 12 Kg dan menyita 100 regulator. Selang regulator itu digunakan kedua tersangka untuk memindahkan isi tabung gas 3 Kg ke tabung 12 Kg.

Dari aksi kedua orang ini, pemerintah merugi hingga Rp7 Milliar dan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini guna menangkap pelaku lainnya.

"Bulan Maret 2021 lalu kita tindak juga di Deli Serdang, Medan terhadap penyalahgunaan gas bersubsidi. Pada saat ini di Meruya ada 3 TKP, dalam hal penyalahgunaan gas bersubsisi dari 3 kg dipindahkan ke 12 kg. Dari 3 TKP ini kami menentukan 2 tersangka dengan inisial DF dan T," ungkap dia.

Keduanya pun dikenakan dengan Pasal 8 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 53 UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas ancaman 5 tahun penjara dan denda maksimum Rp, 40 miliar.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu