News

Usai Dibebaskan, Bareskrim Polri Akan Tangkap Kembali 2 Tersangka KSP Indosurya 

total kerugian dalam Laporan Polisi sebesar Rp679 miliar.


Usai Dibebaskan, Bareskrim Polri Akan Tangkap Kembali 2 Tersangka KSP Indosurya 
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto (Doc Humas Kabaharkam Polri)

AKURAT.CO, Polisi membebaskan dua orang tersangka Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Keduanya dibebaskan dari rutan karena masa tahanannya telah habis. Akan tetapi setelah dibebaskan polisi siap kembali menahan paksa kedua tersangka KSP Indosurya itu.

"Maka nanti kita akan lakukan upaya paksa lagi kepada para tersangka, kita akan lakukan penahanan. Nanti kalau tidak P21 lagi, kami akan tangkap lagi, tahan lagi dengan LP yang lain, karena korbannya, investornya lebih dari 14 ribu," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Untuk diketahui, dalam kasus ini terdapat 25 laporan yang terdiri dari lima laporan di Bareskrim, 15 laporan di Polda Metro Jaya, 2 laporan di Polda Sumsel dan 3 laporan di Polda Sumut dengan total kerugian dalam Laporan Polisi sebesar Rp679 miliar.

baca juga:

Kemudian ke-25 laporan tersebut digabungkan.  Namun ternyata, penggabungan laporan tersebut menjadi hambatan bagi penyidik untuk memenuhi petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) melengkapi berkas perkara.

Oleh karena itu, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan kali ini pihaknya akan memecah semua laporan yang telah disatukan sebelumnya.

“Karena korbannya lebih dari 14 ribu artinya biar capek dia ditahan polisi, gapapa daripada kita dianggap tidak serius menanganinya, mari kita mainkan dengan cara kita,” tegas Agus.

Agus juga menambahkan bahwa pihaknya akan menampung semua laporan dari para korban.

“Jadi saya mohon kepada korban korban yang belum melapor, mari melapor, dan kita akan tangani secara parsial,” tuturnya. 

Sebelumnya, dua tersangka kasus Indosurya telah dibebaskan lantaran masa tahanan mereka telah habis sudah habis 120 hari. Kedua tersangka itu yakni HS selaku pendiri dan ketua KSP Indosurya dan JI selaku kepala administrasi.

Kendati demikian, Penyidik Direktorat Kriminal Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mewajibkan dua tersangka kasus Indosurya untuk menjalani wajib lapor. 

"Kami minta tersangka wajib lapor seminggu 2 kali sehingga keberadaannya bisa diketahui, karena kami tidak bisa melakukan penahanan lagi," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Sabtu, (25/6/2022). 

Hal itu dilakukan agar kedua tersangka itu tidak melarikan diri. Selain diwajibkan lapor, Polri juga mencekal kedua tersangka itu untuk bepergian ke luar negeri. 

"Sebagai langkah Polri untuk mengawasi tersangka, Polri melakukan pencekalan, sehingga tidak bisa ke LN," kata Whisnu. []