News

Bareskrim Kantongi 2 Bukti untuk Tetapkan Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Bareskrim Kantongi 2 Bukti untuk Tetapkan Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI


Bareskrim Kantongi 2 Bukti untuk Tetapkan Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI
Tim Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mobil yang digunakan oleh polisi dan laskar Front Pembela Islam saat insiden Tol Jakarta-Cikampek di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka terhadap 3 terlapor kasus dugaan pembunuhan di luar proses hukum (Unlawful Killing) terhadap 4 Laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan telah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tiga orang terlapor sebagai tersangka. 

"Sudah (kami miliki buktinya)," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/3/2021). 

Namun saat disinggung alat bukti apa saja yang sudah dimiliki penyidik, Agus enggan menjawab dan menyerahkan kepada Direktur Tipidum yang akan menjelaskan.

"Silakan (menanyakan) ke Dirtipidum ya," ujar Agus.

Diketahui, tim penyidik Bareskrim telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 saksi dalam kasus dugaan unlawful killing atau pembunuhan di luar proses hukum terhadap 4 Laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. 

Dalam kasus ini, 3 anggota Polda Metro Jaya sebagai terlapor berdasarkan hasil rekomendasi Komnas HAM.

Dalam kasus unlawful killing, belum ada tersangka satu pun, meski sudah ada tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai terlapor. 

"Karena masih proses penyidikan dan pengumpulan barang bukti itu yang akan dapat dikontruksi kasus yang sebenarnya terjadi. Kemudian penyidik akan menetapkan tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/3/2021).

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu