News

Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Publik Figur Terkait Kasus DNA Pro Pekan Depan

Kendati demikian, Gatot enggan menjelaskan secara detail siapa saja sosok publik figur yang akan diperiksa terkait kasus robot trading DNA Pro

Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Publik Figur Terkait Kasus DNA Pro Pekan Depan
DNA Pro Akademi, perusahaan edukasi di bidang perdagangan berjangka (margin trading) meluncurkan gerakan dari Vaksinasi ke Cuanisasi. (Dok Istimewa)

AKURAT.CO, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan sejumlah publik figure yang terlibat dalam kasus investasi bodong robot trading DNA Pro akan diperiksa Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri pada pekan depan.

"Jadi, kasus DNA Pro memang ada publik figur yang nantinya dijadwalkan oleh penyidik untuk dimintai keterangan. Tapi saat ini, penyidik masih proses yang ada dulu dan tracing aset. Pemeriksaan dijadwalkan minggu depan," kata Gatot kepada wartawan, Jumat  8 Maret 2022 malam.

Kendati demikian, Gatot enggan menjelaskan secara detail siapa saja sosok publik figur yang akan diperiksa terkait kasus robot trading DNA Pro.

baca juga:

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri  menetapkan 12 orang sebagai tersangka  kasus investasi bodong robot trading DNA Pro.

Dari 12 tersangka itu, lima diantaranya telah ditahan dan 7 lainnya masih menjadi buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Update penetapan tersangka baru kasus binary option platform DNA Pro, jumlahnya 12 orang," ujar Whisnu.

Masing-masing tersangka 5 tersangka yang sudah ditahan berinisial FR, RK, RS, RU dan YS.

Sedangkan, para tersangka yang masuk dalam DPO berinisial AB, ZII, JG, ST, FE, AS, dan DV.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 106 Jo Pasal 24 dan atau Pasal 105 Jo. Pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan/atau Pasal 3, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pemberantasan dan pencegahan tindak pidana pencucian uang.

Dalam kasus ini, total kerugian korban yang didapatkan akibat DNA Pro mencapai Rp97 miliar. []