Ekonomi

Bappenas Tegaskan Ekonomi Nasional Harus Tumbuh hingga 7%, Apa Alasannya?

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menegaskan perekonomian Indonesia harus tumbuh antara 6-7%. Hal ini agar mampu keluar dari middle income trap.


Bappenas Tegaskan Ekonomi Nasional Harus Tumbuh hingga 7%, Apa Alasannya?
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat memberikan penjelasan kepada Komisi VIII dalam rapat kerja di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020). Dalam rapat kerja tersebut membahas agenda verifikasi dan validasi data kemiskinan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menegaskan perekonomian Indonesia harus tumbuh antara 6-7%. Hal ini agar mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

"Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2022 paling tidak rata-rata 7%, sehingga kita bisa melepaskan diri atau lolos dari middle income trap," katanya dalam raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Suharso menuturkan jika rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi enam persen maka Indonesia akan lolos dari middle income trapdengan pendapatan per kapita sebesar US$12.535 pada 2040.

"Nah, kita berharap lagi, kalau bisa sampai 7%," ujarnya dilansir dari Antara.

Suharso menyatakan pasca Covid-19, pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen tidak akan cukup untuk mengeluarkan Indonesia dari middle income trap sebelum 2045, sehingga tidak mampu mengembalikan jumlah pengangguran ke tingkat sebelum krisis.

Ia menjelaskan hal itu terlihat dari pandemi yang menyebabkan produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia mengalami penurunan dari US$3.927,26 pada 2018, naik menjadi US$4.174,53 pada 2019, namun turun ke US$3.911,72 pada 2020.

Sementara, gross national income (GNI) per kapita Indonesia mengalami penurunan yakni dari US$3.810,23 pada 2018 dan sempat naik menjadi US$4.047,62 pada 2019, lalu turun akibat pandemi ke level US$3.806,37 pada 2020.

Menurutnya, melihat hal tersebut maka status Indonesia diperkirakan kembali masuk ke dalam kategori negara berpendapatan menengah ke bawah atau lower middle income country.

Meski demikian, Suharso menuturkan dengan pertumbuhan mencapai 5% setelah mengalami kontraksi 2,07%, maka Indonesia diperkirakan kembali menjadi upper middle income pada 2022.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu