Ekonomi

Bappenas Paparkan Proyek Strategis Nasional 2022, Apa Saja?

Kementerian PPN/Bappenas memaparkan sejumlah proyek strategis nasional pada 2022 yang sejalan dengan langkah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.


Bappenas Paparkan Proyek Strategis Nasional 2022, Apa Saja?
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat memberikan penjelasan kepada Komisi VIII dalam rapat kerja di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020). Dalam rapat kerja tersebut membahas agenda verifikasi dan validasi data kemiskinan.

AKURAT.CO Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memaparkan sejumlah proyek strategis nasional pada 2022 yang sejalan dengan langkah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, program prioritas diharapkan mengatasi masalah daerah, pengembangan potensi daerah hingga mendukung capaian pembangunan nasional.

Adapun proyek prioritas nasional pada 2022 yakni kawasan industri dan 31 smelter, peningkatan peran UMKM, energi terbarukan, food estate, dan 10 destinasi wisata.

baca juga:

Kemudian major project di wilayah Papua, ibu kota negara, reformasi sistem perlindungan sosial, sistem kesehatan nasional, reformasi pendidikan keterampilan, jaringan pelabuhan utama terpadu, dan transformasi digital.

"Nantinya, hasil pembahasan proyek prioritas dalam rapat virtual itu akan dikawal hingga Musrenbangnas dan menjadi masukan penyusunan RKP 2022, rencana kerja kementerian/lembaga 2022, dan rencana kerja pemda 2022," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) 2021 di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Ia menambahkan transformasi sosial ekonomi, optimalisasi keunggulan kompetitif daerah, hingga pemerataan pembangunan juga penting, mengingat kontribusi Pulau Jawa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih paling tinggi, yakni 60,1 persen. Kemudian, disusul Pulau Sumatra dengan kontribusi 21,2 persen, sedangkan wilayah lain menyumbang sebagian kecil terhadap ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Menteri PPN juga menekankan pentingnya vaksinasi untuk mempercepat pemulihan. Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan pada September 2021 kurva penambahan kasus COVID-19 bisa menurun dan herd immunity atau kekebalan kelompok bisa dicapai pada Maret 2022.

Jika vaksinasi dipercepat, penurunan kurva kasus COVID-19, kata dia, diperkirakan bisa menurun pada Juli 2021.

“Mobilitas penduduk bisa lebih lega, ekonomi bergerak, konsumsi bergerak, dengan demikian akan mendorong pengeluaran rumah tangga dan ini menjadi engine bagi PDB kita yang masih didominasi pengeluaran rumah tangga,” imbuhnya dilansir dari Antara.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu