Ekonomi

Bappenas Beberkan 6 Strategi Bebaskan Indonesia dari Resiko Stagflasi

Menurut Amalia, transformasi ini nantinya yang akan mengarahkan Indonesia agar dapat memberikan fondasi perekonomian yang lebih tangguh dan lebih adaptif.


Bappenas Beberkan 6 Strategi Bebaskan Indonesia dari Resiko Stagflasi
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Amalia Adininggar memberikan paparannya pada Seminar Kajian Tengah Tahun Indef pada Rabu (5/7/2022) (Akurat.co/Leofarhan)

AKURAT.CO, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Amalia Adininggar mengatakan bahwa kementeriannya telah menyiapkan beberapa strategi untuk melakukan transformasi ekonomi Indonesia.

Menurut Amalia, transformasi ini nantinya yang akan mengarahkan Indonesia agar dapat memberikan fondasi perekonomian yang lebih tangguh dan lebih adaptif.

“Nantinya transformasi ekonomi ini diarahkan untuk memberikan fondasi perekonomian yang lebih tangguh dan adaptif,” kata Amalia Adininggar yang datang secara virtual dalam Seminar Kajian Tengah Tahun Indef pada Rabu (5/7/2022) untuk menggantikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

baca juga:

Ia juga mengatakan, setidaknya ada enam strategi yang dapat meningkatkan transformasi tersebut, diantaranya adalah meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), meningkatkan produktivitas tiap lini sektor ekonomi, penerapan ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik hingga pemindahan ibukota negara ke Kalimantan.

Terkait peningkatan daya saing SDM, Amalia mengatakan pemerintah khususnya Bappenas akan memperkuat sistem kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta riset dan inovasi.

Keenam strategi yang dijadikan referensi untuk membangun perekonomian nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas guna mencapai visi Indonesia 2045.

Strategi yang juga telah tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko stagflasi bagi Indonesia akibat berbagai ketidakpastian global saat ini, terutama adanya krisis pangan, serta perang Rusia-Ukraina juga menjadi resiko bagi perekonomian dunia.

Amalia menyebutkan risiko stagflasi pada negara maju sebagian besar dipicu oleh adanya output gap, tapi dalam negara berkembang, risiko stagflasi dipengaruhi oleh rendahnya produktivitas.

"Resiko stagfalsi dipengaruhi oleh rendahnya tingkat produktivitas. maka faktor kuncinya adalah peniongkatan produktivitas, Oleh sebab itu bagaimana kita bisa menghindar atau menurunkan risiko stagflasi terhadap perekonomian Indonesia, kuncinya adalah peningkatan produktivitas,” ucapnya.