News

Bapemperda DKI Ingin Rumah Ibadah dan Sekolah yang Berdiri di Tanah RTH Tidak Digusur

Bapemperda DKI Ingin Rumah Ibadah dan Sekolah yang Berdiri di Tanah RTH Tidak Digusur


Bapemperda DKI Ingin Rumah Ibadah dan Sekolah yang Berdiri di Tanah RTH Tidak Digusur
Lahan Ruang terbuka hijau (RTH) di Muara Karang Jakarta Utara yang akan dijadikan sentra kuliner

AKURAT.CO, Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Lukmanul Hakim mengklaim sejumlah kawasan yang menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai daerah resapan air untuk mengantisipas banjir Jakarta justru diserobot oleh bangunan sekolah dan tempat ibadah.

Dia tidak menyebutkan jumlah lahan yang disalahgunakan itu, namun hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun di Jakarta dan membuat lahan RTH Ibu Kota kian menyusut. 

"Realitanya sudah banyak tempat ibadah dan sekolah yang berdiri di RTH," kata Lukmanul ketika dikonfirmasi, Kamis (4/3/2021). 

baca juga:

Kendati begitu Lukmanul meminta agar banguan yang sudah terlanjur berdiri di zona RTH ini agar ke depannya tidak dipermasalahkan legalitasnya, sehingga lahan itu tidak lagi dikategorikan sebagai pelanggaran zona pembangunan. 

Cara melegalkan bangun yang sudah menyerobot lahan RTH  tersebut adalah merumuskan ulang sejumlah poin penting yang tertuang dalam berbagai peraturan daerah. 

Saat ini Bapemperda DPRD DKI dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta sedang membahas tiga rancang aturan Perda Tata Ruang di ibu kota. 

Ketiga raperda itu adalah Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Raperda Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030, serta Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi.  

Lukmanul  meminta agar rancangan perubahan zonasi di DKI Jakarta.berpihak pada keberadaan rumah ibadah dan sekolah. 

"Harus dirumuskan sedari awal. Tinggal ke depan kita pikirkan supaya keberadaannya jangan dianggap melanggar aturan. Ini penting untuk memberi kepastian hukum bagi warga sekitar yang membutuhkan fasilitas tersebut. Kasihan jamaah, lagi shalat sambil mikir musholanya bakal digusur," ujarnya. 

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu