Ekonomi

Banyak UMKM Cashflow Bagus, Tapi Tak Ada Pembukuan

saat ini banyak peer to peer lending di industri finansial yang mengembangkan rekam digital, mengenai cashflow kesehatan usaha


Banyak UMKM Cashflow Bagus, Tapi Tak Ada Pembukuan
Pengunjung memilih produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dijual di M Bloc Market, Jakarta, Minggu (14/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan saat ini banyak peer to peer lending di industri finansial yang mengembangkan rekam digital, mengenai cashflow kesehatan usaha. Sehingga hal itu memungkinkan untuk memberikan pembiayaan tanpa harus menggunakan aset. 

“ Ini saya kira inovasi pembiayaan seperti itu, sangat baik. Banyak sekali UMKM yang memiliki cashflow bagus tapi tidak ada pembukuan,”  tuturnya di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Apalagi berdasarkan laporan perbankan, UMKM memiliki tingkat NPL (non performing loan)-nya paling rendah, sehingga jika ada lembaga pembiayaan yang berani dengan pendekatan digital membiayai UMKM justru ini merupakan peluang bisnis yang sangat besar. Oleh karena itu, lanjut Teten, kerja sama ini harus dikonkritkan. 

“Ini akan disambut baik oleh 99,6 persen usaha mikro yang 30 jutanya belum memiliki akses perbankan. Ini akan sangat bermanfaat bagi UMKM agar dapat berkembang,” kata Teten. 

Ia menegaskan bahwa KemenKopUKM mengembangkan visi untuk mentransformasi UMKM ke produk-produk yang berbasis kreativitas dan inovasi supaya UMKM bukan hanya mengejar kepentingan survival atau hanya ekonomi subsisten keluarga, tapi betul-betul menjadi tulang punggung ekonomi nasional. 

“Karena itu, produk mereka harus memiliki daya saing. Kita dorong arah ke depan UMKM yang berbasis kreativitas dan inovasi teknologi. Ekosistem yang kita bangun bagaimana untuk mendukung itu,” imbuhnya. 

KemenkopUKM akan membuka kerja sama dengan semua pihak. Saat ini misalnya ada kemitraan dengan kementerian BUMN, di mana UMKM menjadi rantai pasok BUMN.

Teten juga ingin agar UMKM menjadi bagian rantai pasok nasional dan global sebab dengan cara itulah UMKM bisa go global. 

“Kemitraan usaha besar dan kecil tidak sesederhana itu. Ada transfer pengetahuan dan teknologi. Karena itu? terima kasih? kami yakin kerja sama ini akan disambut hangat dan gembira oleh 65 juta pelaku UMKM di Indonesia,” jelasnya.