Ekonomi

Banyak tokoh Ingin Jadi Presiden, Said Didu Sentil Begini

Said Didu: Saya pahami sekarang, kenapa banyak orang yg merasa mampu dan mau jadi Presiden RI,

Banyak  tokoh Ingin Jadi Presiden, Said Didu Sentil Begini
Mantan Sekertaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu (Dokumentasi)

AKURAT.CO, Mantan Sekertaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menyentil keinginan berbagai kalangan untuk mencalonkan diri menjadi Presiden.

"Saya pahami sekarang, kenapa banyak orang yg merasa mampu dan mau jadi Presiden RI," Kata Said Didu, dikutip dari akun Twitter-nya, Kamis (7/6/2022).

Ia pun menyindir Presiden rezim saat ini tetap dianggap mampu dan dipuji meski banyak janji yang tak ditepati seperti mobil Esemka hingga janji tak impor.

baca juga:

"Karena yang bohongi rakyat dengan mobil Esemka, janji tidak akan ngutang, janji tidak akan impor serta deretan kebohongan dan janji palsu saja dianggap mampu dan terus dipuji," katanya.

Sebelumnya, Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil penelitiannya terkait elektabilitas partai politik bila pemilu dilakukan saat survei berlangsung.

Hasilnya, elektabilitas PDIP menurun pada April 2022, dengan persentase 23,7 persen. Sebelumnya, PDIP meraih 26,8 persen. 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menuturkan, elektabilitas PDIP menurun karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurun, terutama dalam menyelesaikan masalah kelangkaan minyak goreng.

"Approval rate Presiden Jokowi turun. Nah approval Presiden Jokowi turun itu yang paling terdampak biasanya adalah partai PDI Perjuangan dan datanya mengatakan demikian," ungkap Burhanuddin Muhtadi dalam rilis hasil surveinya, Selasa (26/4/2022).

Burhanuddin mengatakan, dalam waktu dua tahun terakhir elektabilitas PDIP paling rendah. Jadi per-Februari 2020 sampai April 2022 sekarang elektabilitas PDIP yang paling rendah.

"Bukan posisi terendah PDIP. Jadi PDIP dulu pernah waktu itu diangkat 21 persen, 22 persen sebelum Pemilu 2019 dan memang hasil akhirnya akan sekitar 20 persen elektabilitas PDIP, tapi kami lihatnya tadi kan PDIP udah turun dibanding sebelum-sebelumnya," jelasnya.

Sementara itu, elektabilitas Partai Politik (Parpol) lainnya yang masih terlihat stabil, Partai Gerindra 11,4 persen dan Partai Golkar 10,9 persen. Kemudian PKB 9,8 persen dan Demokrat 9,1 persen.

"Secara umum yang agak berkurang itu cuma PDIP. Gerindra sedikit turun tapi overall kalau kita setiap waktu itu ya kisaranya antara 11 persen sampai 15 persen dan 15 persen di bulan November 2021," pungkasnya.

Diketahui, metode survei dengan populasi memiliki hak pilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.

Dari jumlah sampel 1.220 orang, margin of error atau toleransi kesalahan sebesar +- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dengan teknik wawancara tatap muka langsung.[]