Tech

Banyak Sampah E-commerce, Paxel - Waste4Change Hadirkan 'PaxelRecyle'

Ada lebih dari 6 juta paket e-commerce yang setara dengan 9.000 ton sampah yang dikirim setiap harinya di Indonesia


Banyak Sampah E-commerce, Paxel - Waste4Change Hadirkan 'PaxelRecyle'
Banyak Sampah E-commerce, Paxel - Waste4Change Hadirkan 'PaxelRecyle' (dok. Paxel)

AKURAT.CO Pertumbuhan fenomenal belanja online selama 10 tahun terakhir memberikan dampak negatif pada lingkungan. Sampah packaging dari e-commerce yang kebanyakan plastik dan kardus menggunung di setiap rumah tangga di Indonesia. 

Ada lebih dari 6 juta paket e-commerce yang setara dengan 9.000 ton sampah yang dikirim setiap harinya di Indonesia, di luar food delivery. Sebagai startup e-commerce logistik, Paxel ikut bertanggung jawab untuk memberikan solusi.

Bekerjasama dengan startup lingkungan Waste4Change, Paxel meluncurkan servis PaxelRecycle untuk membantu Indonesia memenuhi rekomendasi dari COP26 dan SDG.

Diluncurkan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-4 sekaligus memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia di 28 November, PaxelRecycle dapat diakses di aplikasi Paxel dari mobile phone. Kurir Paxel akan menjemput waste packaging e-commerce dari rumah dan mengantar langsung ke bank sampah yang dikelola oleh Waste4Change untuk di reuse atau recycle.

Di tahap awal, PaxelRecycle melayani penjemputan sampah jenis kardus, bubble wrap, botol plastik, botol kaca (selain bekas cat, pembasmi nyamuk dan yang beracun lainnya) di area Jabodetabek dan TangSel. Karung sampah yang ramah lingkungan bisa didapatkan di aplikasi Paxel untuk memulai PaxelRecycle.

Zaldy Ilham Masita selaku Co-founder Paxel mengatakan upaya ini untuk mengatasi dampak negatif dari pertumbuhan e-commerce terhadap lingkungan. Hal itu sesuai hasil keputusan COP26 lalu di mana penekanan emisi karbon harus menjadi target setiap negara.

"Penerapan zero waste living adalah langkah awal yang bisa diambil oleh individu. Paxel akan membantu setiap konsumen e-commerce untuk bisa tetap belanja online dan juga menjaga lingkungan melalui PaxelRecyle. Mari kita menjadi konsumen e-commerce yang peduli bumi dan menciptakan circular economy untuk e-commerce," ujar Zaldy dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Sementara itu, Bijaksana Junerosano selaku Managing Director Waste4Change menuturkan e-commerce termasuk dari industri yang diprediksi akan meningkat 40% produksi sampahnya hingga 2030.

“Salah satu dampak yang mulai kita rasakan adalah berkurangnya kemampuan TPA untuk menampung sehingga kita perlu segera mencari lokasi baru untuk pembangunan TPA. Dengan kolaborasi bersama Paxel, kita dapat meningkatkan jumlah sampah yang terdaur ulang, mengurangi beban TPA dan menumbuhkan lapangan pekerjaan baru di sektor ramah lingkungan atau biasa kita sebut green jobs," pungkas Sano.