News

Banyak Pengendara Pakai Plat Nomor Palsu Hindari Tilang Elektronik, Polisi: Kendaraannya akan Ditahan

Banyak Pengendara Pakai Plat Nomor Palsu Hindari Tilang Elektronik, Polisi: Kendaraannya akan Ditahan
Kamera pengawas atau CCTV Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) terpasang di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2020). Ditlantas Polda Metro Jaya telah menerapkan sistem tilang elektronik (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor. Sistem tilang elektronik tersebut menggunakan basis kamera untuk penindakannya. Kamera ETLE dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas, seperti menerobos lampu lalu lintas, melanggar aturan ganjil genap, dan beberapa pelanggaran lainnya. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyoroti fenomena usai pihaknya meniadakan tilang manual.

Menurutnya, saat ini banyak pengendara yang melepas pelat nomor kendaraan dan menggunakan pelat nomor palsu.

Untuk itu, ia akan menertibkan pengendara yang seperti itu. Ia menjelaskan akan menahan kendaraannya hingga pengendara bisa menunjukkan surat-suratnya.

baca juga:

"Rata-rata kebanyakan sekarang pelat nomor sepeda motor, kalau mobil ada yang memalsukan pelat nomornya tidak sesuai. Kita akan hentikan, diperiksa kalau tidak sesuai kita tahan mobilnya sampai dengan dia bisa tunjukkan surat-suratnya," kata Latif di Jakarta, Senin (28/11/2022).

Ia juga akan menindak secara tegas dengan melakukan tilang secara manual oleh petugas di lapangan.

"Jadi tilang manual masih kita gunakan memang untuk menindak pelanggaran yang sudah untuk menghindari daripada E-TLE atau tilang elektronik tersebut. Kita akan lakukan tilang manual," katanya.

"Kita akan memeriksa, akan melihat nomornya. Kalau pelat nomor tidak ada, kita akan cek," tambahnya.

Apabila setelah dicek ada yang mendekati unsur pidana, pengendara akan ditindak. Salah satunya dengan menyita kendaraan tersebut.

"Nah kalau ini ada unsur-unsur yang mendekati unsur pidana bisa pemalsuan alat bisa digunakan untuk kesehatan sehingga akan kita lakukan penyitaan kendaraan yang tidak sesuai dengan itu," ungkapnya.

Latif menegaskan penindakan secara manual hanya akan dilakukan jika pelanggaran yang dilakukan berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan atau terindikasi melakukan pelanggaran pidana.

"Tentunya kami kan harus tetap melakukan penertiban penegakan hukum tetap harus berjalan, karena masyarakat yang melakukan pelanggaran itu sangat membahayakan, dan itu ibaratnya pemalsuan. Bisa untuk menjadi alat atau sarana untuk kejahatan bisa saja, karena melepas pelat nomor, dengan pelat nomor itu adalah persyaratan untuk bisa beroperasional di jalan," pungkasnya. []