Rahmah

Banyak Orang Gagal Paham Soal Membentak Anak, Bagini Penjelasan Gus Baha

Jangan sesekali membentak anak. Begini bahayanya!


Banyak Orang Gagal Paham Soal Membentak Anak, Bagini Penjelasan Gus Baha
Ilustrasi Gus Baha (AKURAT.CO/ISLAMICO)

AKURAT.CO, Salah satu akun Facebook yang meng-upload ceramah-ceramah Gus Baha, yaitu Muhibbin Gus Baha Nusantara, pada 20 Oktober 2020 kembali mngunggah ceramah pendek ulama NU yang memiliki nama panjang KH Bahauddin Nur Salim itu.

Dalam ceramahnya, Gus Baha mengingatkan agar siapapun yang menjadi orang tua untuk tidak mudah memarahi anak ketika mereka melakukan hal-hal yang dianggap negatif. Seperti naik pohon, berisik di masjid, memecah gelas, dan lain sebagainya.

Orang tua tidak boleh memarahi anak-anak karena kata Gus Baha, mereka belum baligh, belum kena khitab dan tuntutan dari agama. Justru anak-anak ketika melakukan itu tidak dosa, dan malah orang tuanya yang bisa dianggap berdosa karena sudah memarahi anaknya.

baca juga:

Kata beliau, biarkanlah anak-anak menikmati dunianya. Jangan terlalu dipaksa untuk melakukan ini dan itu. Jangan mudah memarahi. Karena dalam Islam pun, ada 3 orang yang kesalahannya tidak dicatat, yaitu anak kecil sampai baligh, orang lupa sampai ingar, dan orang gila sampai sadar.

Mencontohkan aktivitas nabi dengan Sayyidina Hasan dan Husein, beliau menjelaskan bahwa nabi saja ketika sedang salat dan cucunya itu naik ke punggung, beliau sengaja memanjangkan durasi sujudnya agar cucunya itu puas dahulu kemudian nabi bangun dari sujud.

Kenapa nabi melakukan demikian ketika ada cucunya naik saat beliau salat? Itu kata beliau, karena jangan sampai anak-anak trauma terhadap agama. Bahwa jika cucu nabi dimarahi, bisa sangat mungkin mereka mempersepsikan agama sebagai hal yang menakutkan.

Maka menurut Gus Baha, sebagai orang tua jangan mudah memarahi anak, mereka masih belum baligh, belum kena khitab. Jutsru orang tuanya yang bisa berdosa manakala memarahi manusia yang belum terkrna tanggungan atas apa yang dilakukannya. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu