Rahmah

Banyak Orang Gagal Paham, Begini Maksud 'Tidurnya Orang Puasa itu Ibadah'

Tidur saat berpuasa apakah benar termasuk ibadah?


Banyak Orang Gagal Paham, Begini Maksud 'Tidurnya Orang Puasa itu Ibadah'
Ilustrasi pria tidur (Pexels/Andrea Piacquadio)

AKURAT.CO Masyhur di telinga kita bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah. Hal itu memang sebagaimana dicatat di dalam sebuah hadits Nabi.

Syekh Murtadla az-Zabidi, menyatakan demikian di dalam kitab Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574:

نوم الصائم عبادة ونفسه تسبيح وصمته حكمة، هذا مع كون النوم عين الغفلة ولكن كل ما يستعان به على العبادة يكون عبادة  

Artinya: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, napasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah. Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah."

Tetapi apa maksudnya? Apakah orang yang berpuasa cukul denhan tidur-tiduran saja lantas mendapatkan pahala? Atau bagaimana sebetulnya maksud hadis di atas?

Mengenai hal ini Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan: 

  قال أبو العالية: الصائم فى عبادة ما لم يغتب أحدا، وإن كان نائما على فراشه، فكانت حفصة تقول: يا حبذا عبادة وأنا نائمة على فراشي  

Artinya: “Abu al-Aliyah berkata: orang berpuasa tetap dalam ibadah selama tidak menggunjing orang lain, meskipun ia dalam keadaan tidur di ranjangnya. Hafshah pernah mengatakan: betapa nikmatnya ibadah, sedangkan aku tidur diranjang” (Ahmad ibnu Hajar al-Haitami, Ittihaf Ahli al-Islam bi Khushushiyyat as-Shiyam, hal. 65).   

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tanqih al-Qul al-Hatsits, Hal. 66 menegaskan;

  وهذا في صائم لم يخرق صومه بنحو غيبة، فالنوم وإن كان عين الغفلة يصير عبادة، لأنه يستعين به على العبادة.   

Artinya: “Hadits ‘tidurnya orang berpuasa adalah ibadah’ ini berlaku bagi orang berpuasa yang tidak merusak puasanya, misal dengan perbuatan ghibah. Tidur meskipun merupakan inti kelupaan, namun akan menjadi ibadah sebab dapat membantu melaksanakan ibadah."

Dari keterangan di atas bahwa tidurnya orang yang berpuasa memang ibadah. Akan tetapi dengan syarat seseorang itu tidak malas-malasan. Selain itu ia tidak mencampuri puasanya dengan melakukan kemaksiatan. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu