Tech

Banyak Kasus Interferensi Radio Illegal, Kominfo Perkuat SFR

Interferensi akibat penggunaan perangkat radio illegal terjadi di mana-mana.


Banyak Kasus Interferensi Radio Illegal, Kominfo Perkuat SFR
Monitoring Sistem Monitoring Frekuensi Radio (SMFR). (Kemkominfo)

AKURAT.CO  Saat ini di Indonesia banyak terjadi interferensi akibat penggunaan perangkat radio illegal yang dibuat di dalam negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. Menurutnya, meski dalam setiap spektrum itu sudah dipasang gold band, apabila power-nya tinggi maka bisa mengganggu frekuensi lain. Oleh karenanya monitoring Spektrum Frekuensi Radio (SFR) di seluruh wilayah Indonesia terus dilakukan.

"Di dalam negeri, dirakit-rakit bisa memancar. Lalu tidak jelas spektrumnya menabrak spektrum yang resmi. Karena menggunakan power yang berlebihan, akhirnya mengganggu spektrum yang di dekatnya," ujar Johnny, dilansir dari laman resmi Kemkominfo. 

Johnny juga mengatakan bahwa interferensi frekuensi tersebut ada di mana-mana dan jumlahnya banyak sekali. Jika didata, semuanya ada di level spektrum, termasuk spektrum untuk keamanan penerbangan. Ganggang tersebut tentunya akan membahayakan. Apalagi jika sudah mengganggu frekuensi yang digunakan untuk keamanan penerbangan. 

"Dilakukan monitoring radio di wilayah bandara atau yang berkaitan dengan kebutuhan penerbangan. Juga, untuk kepentingan rakyat. Spektrum frekuensi untuk keperluan nelayan-nelayan juga harus disiapkan secara khusus agar radio mereka bisa digunakan dengan baik," ujar Johnny.

Pelaksanaan monitoring tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo. Pengawasan dilakukan dengan menggunakan sarana Sistem Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) yang berfungsi untuk melakukan observasi, pengukuran parameter teknis, penanganan gangguan, dan penertiban penggunaan frekuensi radio.

Direktur Jenderal Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo Ismail mengatakan, penguatan monitoring spektrum frekuensi dilakukan dengan pembaruan dan penambahan armada SMFR. Saat ini Kemkominfo memiliki SMFR yang terdiri dari 39 unit Stasiun Monitor Bergerak untuk melakukan pengawasan dan penangangan gangguan spekrum frekuensi radio. Selain itu, terdapat 139 unit Stasiun Monitor Fixed/Transportable yang digunakan untuk monitoring frekuensi radio dengan diletakkan di suatu tempat dalam waktu yang relatif lama dan dapat dipindahkan ke tempat lain. 

"Ada juga 5 unit Stasiun Mon-DF HF (Stasiun Monitor-Direction Finder)  yang digunakan untuk monitoring frekuensi radio pada band High Frequency (HF), serta perangkat portable yang digunakan untuk monitoring, pengukuran parameter teknis dan penanganan gangguan frekuensi radio," ungkap Ismail. 

Untuk mengoptimalkan monitoring SMFR, saat ini telah dilakukan percepatan pembangunan SMFR berdasarkan kebutuhan operasional Unit Pelaksana Teknis dan peremajaan perangkat monitoring dan pengukuran parameter teknis frekuensi radio.