News

Banyak Anggota DPR Tak Terima Prajurit TNI Ancam Effendi Simbolon

Banyak Anggota DPR Tak Terima Prajurit TNI Ancam Effendi Simbolon
Anggota Bidang Hukum BPN Habiburakhman saat menjadi pembicara dalam diskusi Polemik di Kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019). Dalam diskusi ini membahas tema ' Hantu Kampanye Hitam '. Para pembicara membahas mengenai beredarnya Tabloid Indonesia Barokah yang dinilai merugikan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habiburokhman mengatakan, sejumlah anggota dewan gerah dengan ancaman prajurit TNI AD terhadap anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon. 

Habiburokhman mengatakan banyak menerima keluhan dari anggota dewan atas ancaman yang disampaikan prajurit dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Keluhan disampaikan para anggota dewan lewat beberapa grup WhatsApp. Mereka mempertanyakan alasan anggota TNI mengancam dan mengintimidasi Effendi.

baca juga:

"Saya kan ada di AKD (alat kelengkapan dewan), ada dua AKD, di masing-masing AKD menanyakan itu ini bagaimana sikap MKD, kok DPR diintimidasi seperti ini," kata Habiburokhman kepada awak media di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (14/9/2022). 

Oleh karena itu, Habiburokhman meminta agar MKD mengirim surat panggilan kepada Kepala Staf Angkatan (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman. 

Ia menekankan perlunya mengklarifikasi video para prajurit yang dinilainya terlalu berlebihan.

Diketahui, para prajurit TNI memprotes ucapan Effendi dalam rapat Komisi I DPR yang menyebut TNI seperti gerombolan dan ormas.  

"Kita mau clear semua, biar clear semua yang salah misalnya Effendi sudah minta maaf, ya silakan tapi kalau ada respons yang berlebihan tidak tepat juga baiknya ditertibkan," ujar dia. 

Selain upaya memanggil Dudung, Habiburokhman telah menjadwalkan pemanggilan kepada Effendi Simbolon dan dua pihak yang melaporkan Politisi PDIP karena ucapannya dalam menyamakan TNI dengan gerombolan ormas.

"MKD DPR sudah rapat pimpinan, kami memutuskan untuk memanggil saudara Effendi Simbolon karena sudah diadukan juga oleh dua pengadu yang satu perseorangan yang satu atas nama Pemuda Panca Marga soal rapat di Komisi I," tukas dia.[]