News

Bantu Putin, Kim Jong-un Tawarkan 100 Ribu Prajurit Sukarela untuk Lawan Ukraina

Korea Utara (Korut) telah menawarkan hingga 100 ribu 'pasukan sukarela' untuk membantu Rusia memenangkan perang melawan Ukraina.

Bantu Putin, Kim Jong-un Tawarkan 100 Ribu Prajurit Sukarela untuk Lawan Ukraina
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersulang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2019 (Korean Central News Agency via Reuters)

AKURAT.CO  Korea Utara (Korut) telah menawarkan hingga 100 ribu 'pasukan sukarela' untuk membantu Rusia memenangkan perang melawan Ukraina.

Media pemerintah Rusia mengungkap hal tersebut, melaporkan rezim Kim Jong-un siap untuk 'berpartisipasi dalam konflik Ukraina'.

"Ada laporan bahwa 100 ribu sukarelawan Korut siap untuk datang dan mengambil bagian dalam konflik," kata pakar militer Rusia Igor Korotchenko di Channel One Russia, menurut New York Post.

baca juga:

Kata surat kabar Rusia itu, Korotchenko juga telah memuji militer Korut yang 'dinilai kaya dengan pengalaman pertarungan kontra-baterai'.

Perang kontra-baterai yang efektif kini semakin dianggap penting untuk militer Rusia, lantaran Washington telah memberi bantuan persenjataan kuat, menggelontorkan Ukraina dengan selusin HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi).

Roket jarak jauh dan presisi tinggi telah membuat perbedaan besar pada upaya perang Ukraina, kata seorang pakar militer kepada Sinead Baker dari Insider bulan lalu.

Terkait itu, Korotchenko berpendapat bahwa Rusia harus menyambut pasukan Korut dan keahlian kontra-baterai yang  mereka miliki.

"Jika Korut menyatakan keinginan untuk memenuhi tugas internasionalnya untuk memerangi fasisme Ukraina, kita harus membiarkan mereka," lanjut Korotchenko, seperti dikutip dari SCMP.

Bantu Putin, Kim Jong-un Tawarkan 100 Ribu Prajurit Sukarela untuk Lawan Ukraina - Foto 1
 Korean Central News Agency via dpa

Militer Korut adalah yang terbesar keempat di dunia, dengan jumlah personel aktif mencapai hampir 1,3 juta tentara. Hal ini dikonfirmasi Dewan Hubungan Luar Negeri yang berbasis di New York, menambahkan bahwa ada lebih dari 600 ribu personel Korut yang bertugas sebagai tentara cadangan.

Namun, para ahli pertahanan mengungkap bahwa Korut beroperasi dengan peralatan dan teknologi yang sudah menua.

Sementara berita 'sumbangan tentara' berembus, laporan lain mengatakan bahwa Korut juga telah menawarkan bantuan lain. Outlet media Korea Selatan Daily NK, mengungkap perihal ini, mengatakan bahwa Korut juga telah menawarkan Rusia pekerja sukarela, untuk membangun kembali Ukraina pascaperang.

Mengutip sumber-sumber Rusia, Daily NK membeberkan bahwa Korut berencana mengirim lebih dari 1.000 pekerja ke wilayah Donbas di Ukraina timur. Pengiriman pekerja ini pun akan terjadi jika Rusia memenangkan perang, kata media tersebut.

"Mengingat perang belum berakhir, pemerintah berencana mengirim pekerja pada waktu yang tepat sambil memantau situasi di lapangan," kata sumber Korut, membahas bantuan pekerja untuk Kremlin, di mana saat ini Vladimir Putin menjadi pemimpin.[]