News

Bantu Peretas Korut Cuci Uang, Layanan Pencampur Kripto 'Tornado Cash' Kena Sanksi AS

Aksi itu pun dikatakan berlangsung sejak Tornado Cash didirikan pada tahun 2019.


Bantu Peretas Korut Cuci Uang, Layanan Pencampur Kripto 'Tornado Cash' Kena Sanksi AS
Representasi mata uang virtual bitcoin terlihat melalui pecahan kaca dalam ilustrasi yang diambil, 25 Juni 2021 (Reuters/Dado Ruvic/Ilustrasi)

AKURAT.CO  Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi kepada Tornado Cash, selaku mixer crypto (pencampur kripto) atas keterkaitannya dengan para peretas dari Korea Utara (Korut).

Pengumuman itu dibuat pada Senin (8/8), dengan Departemen Keuangan AS menuduh Tornado Cash telah membantu para peretas termasuk dari Korut,  untuk mencuci hasil dari kejahatan dunia maya mereka.

Seorang pejabat senior Departemen Keuangan telah mencap bahwa Tornado Cash 'bermasalah'. Salah satu mixer crypto terbesar itu dilaporkan telah mencuci mata uang virtual dengan nilai mencapai hingga lebih dari USD 7 miliar (Rp103,9 triliun). 

baca juga:

Aksi itu pun dikatakan berlangsung sejak Tornado Cash didirikan pada tahun 2019.

Dana yang dicuci itu, kata departemen, termasuk ratusan juta yang dicuri oleh Lazarus Group, sebuah organisasi peretasan yang disponsori Pyongyang. Lazarus sendiri telah dianggap bertanggung jawab atas pencurian mata uang terbesar, di mana pada 29 Maret, laporan menunjukkan kelompok itu menggondol USD 620 juta dari Ethereum.

"Tornado Cash telah berulang kali gagal menerapkan kontrol efektif untuk menghentikan pencucian dana untuk para pelaku siber jahat, yang terjadi secara teratur dan tanpa langkah-langkah dasar untuk mengatasi risikonya," kata Brian Nelson, Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, dalam sebuah pernyataan.

Para pencampur mata uang virtual umumnya menerima berbagai transaksi, dan kemudian mencampurnya bersama-sama sebelum mengirimkannya ke penerima masing-masing, guna meningkatkan privasi. Namun, layanan tersebut, juga telah populer di kalangan para penjahat siber untuk mencuci hasil uang haram mereka.

"Tornado menjadi alat yang populer dan penting bagi penjahat dunia maya dan kelompok peretas yang didukung negara. 

"Secara total, analisis Elliptic menunjukkan bahwa setidaknya USD 1,3 miliar hasil kejahatan seperti ransomware, peretasan, dan penipuan telah dicuci melalui Tornado Cash,"  kata Dr Tom Robinson, salah satu pendiri Elliptic, sebuah perusahaan analitik cryptocurrency, seperti dikutip dari Reuters. 

Departemen Keuangan mengatakan Tornado Cash digunakan oleh peretas Korut untuk mencuci lebih dari USD 455 juta uang yang dicuri pada akhir Maret. Layanan mixer crypto itu juga digunakan oleh peretas Korut untuk mencuci sekitar USD 96 juta dari USD 100 juta dana curian dari layanan transfer crypto Horizon Bridge pada akhir Juni. 

Tornado Cash setidaknya juga telah dimanfaatkan hacker Korut untuk mencuci USD 7,8 juta yang mereka curi awal bulan ini, dari penyedia jembatan cryptocurrency Nomad.

Bersamaan dengan sanksi itu, departemen membekukan aset Tornado AS, dan melarang orang Amerika untuk melakukan bisnis dengannya.

Sebelumnya pada awal Mei, Departemen Keuangan AS menargetkan mixer crypto lain bernama Blender.io. Langkah itu menjadi yang pertama di mana AS memberikan sanksi untuk mixer crypto, dengan Blender juga dituding digunakan oleh kelompok peretas Korut untuk memproses dana kripto curian mereka.

Pejabat AS dan Korea Selatan mengatakan bahwa Korut telah mengendalikan ribuan peretas untuk mencuri dana, termasuk mata uang kripto, untuk membiayai program senjatanya.

Pyongyang telah membantah tuduhan itu.

Tornado Cash dan misi Korut untuk PBB di New York belum segera menanggapi permintaan komentar.[]