Ekonomi

Bantu Pemulihan Ekonomi Pasca Covid 19, Begini Strategi Kementerian Luar Negeri

Bantu Pemulihan Ekonomi Pasca Covid 19, Begini Strategi Kementerian Luar Negeri
Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Berlianto Situngkir menegaskan pihaknya telah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis sebagai upaya membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid. (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri Berlianto Situngkir menegaskan pihaknya telah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis sebagai upaya membantu pemulihan ekonomi.

Diantaranya adalah membentuk tim khusus ekonomi, dimana kemenlu sejak bulan Juli 2020 lalu membentuk tim percepatan pemulihan ekonomi (TPPE) sebuah kelompok kerja non-struktural yang bertugas memetakan potensi dan memanfaatkan peluang ekonomi di tengah pandemi Covid19 lalu.

"TPPE senantiasa menjalin kerja sama dengan K/L milik pemerintah Indonesia terutama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN dan Kementerian Investasi (BKPM)," ucapnya pada saat webinar Strategi ASEAN dalam pemulihan Ekonomi Regional, Jumat (30/9/2022).

baca juga:

Kemudian upaya kedua yang dikeluarkan kemenlu, tambahnya, yaitu Diplomasi vaksin. dimana upaya tersebut dilakukan untuk membuka jalan dan akses terhadap komitmen penyediaan vaksin melalui jalur bilateral maupun multilateral.

"Diplomasi vaksin untuk memberikan dukungan terhadap vaksin multilateralisme sekaligus bertugas meratakan jalan dan membuka akses vaksin yang sudah dijalankan secara penuh dengan komitmen penyediaan vaksin yang diperoleh untuk tahun 2020 sampai 2021," ucapnya.

Seperti yang diketahui, lanjutnya, Pelaksaan vaksinasi dan diskusi teknis terkait vaksin merupakan kewenangan K/L yang memiliki otoritas di bidang tersebut.

"Sedangkan untuk kerjasama, kita menggandeng Bio Farma dengan CEPI termasuk keinginan Bio Farma sebagai salah satu manufacturer vaksin global, bahkan hasil due diligence yang dilakukan CEPI terhadap Bio Farma menunjukan hasil yang baik, kedepannya Indonesia dapat menjadi salah satu manufaktur vaksin global," ucapnya.

Tak sampai disitu, Berlianto juga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen memberikan kontribusi kepada CEPI dan menjadi bagian dari CEPI investor Council.

"Jadi indonesia tidak hanya memikirkan kepentingan nasional saja, namun selalu berusaha memberikan kontribusi bagi dunia termasuk hal terkait dengan vaksin," ucapnya.