Ekonomi

Bantu Pasien Covid-19, Erick: 1.048 Pegawai BUMN Ikut Donor Plasma

Erick Thohir mengungkapkan 1.048 orang dari 66 BUMN turut mendaftar untuk donor plasma


Bantu Pasien Covid-19, Erick: 1.048 Pegawai BUMN Ikut Donor Plasma
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Rapat kerja tersebut membahas penyertaan modal negara tahun 2020 sesuai Perpres No. 54 Tahun 2020 tentang perubahan postur dan rincian anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2020. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginisiasi Program Aksi Donor Nasional Plasma di 33 Provinsi Indonesia. Plasma BUMN untuk Indonesia ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia dan dilaksanakan oleh Satgas BUMN.

Menteri BUMN mengungkapkan terdapat 1.048 orang dari 66 perusahaan pelat merah turut mendaftar untuk donor plasma.

“Sebagai laporan kepada Pak Yusuf Kalla hari ini jumlah pendaftar untuk donor plasma ada 1.048 terdiri dari 66 BUMN di 33 provinsi. Insyaallah kerjasama dilakukan BUMN dengan PMI ini bisa terus bergulir, karena seperti yang tadi disampaikan Bapak bahwa 400 cc itu bisa menyelamatkan 2 nyawa manusia dan memang ini sangat penting bagaimana kita harus terus menekan jumlah kematian yang ada di Indonesia,” jelas Erick dalam sambutannya, Senin (8/2/2021).

Erick Thohir menyebutkan angka kematian akibat wabah asal Wuhan, China ini masih tinggi sehingga pemerintah terus melakukan beberapa inisiasi salah satunya dengan vaksinasi yang saat ini sudah mulai berjalan untuk tenaga kesehatan.

“Berdasarkan laporan dari lapangan kemarin ketika kami menggelar rapat komite yang dipimpin oleh Pak Menko bahwa setelah nakes itu disuntik yang tadinya penularan itu bisa rata-rata 200 di sebuah provinsi atau di sebuah tempat itu setelah minggu ketiga turun menjadi hanya 24 saja. Jadi penurunannya sangat drastis dari yang 200 menjadi hanya 15%,” tuturnya.

Ia menambahkan terlepas dari tugas Kementerian BUMN untuk menjaga korporasi perusahaan milik negara, pihaknya tidak lupa juga turut berkontribusi terhadap pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, ia merincikan ada tiga hal yang akan difokuskan Kementerian BUMN salah satunya pengadaan vaksin serta vaksinasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan. 

Kedua, pihaknya juga terus bekerjasama dengan Kementerian Menristek dan Kementerian Kesehatan dalam penemuan vaksin merah putih. Melalui Biofarma Kementerian BUMN sudah melakukan kerjasama dengan 7 institusi dimana salah satunya lembaga Eijkman dan 6 universitas. Katanya, hasil dari penjajakan itu bisa dilakukan di akhir tahun ini.

"Vaksinnya sudah benar-benar kami terima di Biofarma, di Kuartal 1 Tahun 2022 kita melakukan uji klinis, semoga juga nanti di uji klinis yang terakhir yaitu di Kuartal 3 Tahun 2022 sehingga di Kuartal 4 2022 Kita sudah mempunyai vaksin merah putih sendiri," lanjutnya. 

Sementara yang ketiga, pihaknya juga berusaha mendorong kerjasama dengan banyak institusi yang ada di Indonesia terkait oenerapan protokol kesehatan 3M dan 3 T.