News

Bantah Sebarkan Berita Bohong, Habib Rizieq Justru Sebut Bima Arya yang Penyebar Hoax

Terdakwa kasus kabar bohong hasil swab tes (tes usap) Habib Rizieq Syihab membantah disebut menyebarkan kabar bohong soal kondisi kesehatannya


Bantah Sebarkan Berita Bohong, Habib Rizieq Justru Sebut Bima Arya yang Penyebar Hoax
Habib Rizieq Syihab bersama kuasa hukumnya Azis Yanuar (Dokumen Azis Yanuar)

AKURAT.CO Terdakwa kasus kabar bohong hasil swab tes Habib Rizieq Syihab membantah tuduhan menyebarkan kabar bohong soal kondisi kesehatannya. Ia justru menilai Walikota Bogor, Bima Arya yang menyebarkan berita hoax saat ia sedang menjalani perawatan di RS Ummi, Bogor. 

Bantahan itu dia bacakan dalam sidang dengan agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan di PN Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021). Dia mengatakan, cerita berujung laporan menyebarkan berita bohong itu bermula pada 24 November 2020 lalu. Saat itu, ia dan istrinya tengah menjalani perawatan di RS Ummi, Bogor. 

"Sengaja perawatan itu kami rahasiakan agar tidak ada yang besuk, sehingga tidak mengganggu perawatan, sekaligus supaya tidak menimbulkan kehebohan di masyarakat," katanya. 

Tetapi, sehari setelahnya atau 25 November 2020, kata dia, operasi intelijen hitam berskala besar membongkar perawatannya di RS tersebut.

"Dan para buzzer pun menebar berbagai hoax dengan menyebut saya kritis dan sekarat bahkan mati akibat Covid-19," katanya. 

Sehari kemudian, atau pada 26 November 2020 pagi, tiba-tiba saja karangan bunga dengan kalimat menghina dan mengolok-olok Rizieq Shihab memenuhi RS Ummi, Bogor. 

"Di malam harinya Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi RS Ummi bersama Satgas Covidnya dan koar-koar di media, sehingga banyak kerabat dan sahabat resah, lalu menanyakan kondisi saya dan istri melalui keluarga kami," katanya. 

Pada keesokan harinya, menantu HRS, Habib Hanif Alattas membuat video klarifikasi berisi keterangan kesehatan HRS baik-baik saja dan masih dalam perawatan. Begitu juga dengan pihak RS Ummi, Bogor yang membantah kabar hoax di ruang publik. Sehingga ketenangan pelayanan kesehatan di RS Ummi, tetap terjaga.

"Karena memang kondisi saya saat masuk RS stabil berdasarkan pemeriksaan dokter dan hasil laboratorium yang semakin hari semakin baik, serta juga belum ada hasil test PCR yang menyatakan saya positif Covid-19. Di samping saya merasa segar dan sehat," katanya. 

Pada Sabtu dinihari, sekira pukul 02.00, Walikota Bogor, Bima Arya langsung menugaskan Kepala Satpol PP Kota Bogor melaporkan RS Ummi dengan tuduhan menghalang-halangi Satgas Covid-19 melaksanakan tugas.

"Padahal sudah ada kesepakatan antara Walikota Bogor dengan RS Ummi untuk menunggu hasil test PCR saya, tapi hanya beberapa jam dari kesepakatan tersebut, tiba-tiba Walikota Bogor berubah pikiran setelah rapat dengan Kapolres Kota Bogor bersama Tim Satgas Covid," katanya. 

Hasil resmi test PCR, pada akhirnya baru diterima pada 30 November 2020 yang menyatakan dirinya positif Covid-19 hasil pemeriksaan PCR.[]