News

Bantah Mobilnya Dipakai Memata-matai China, Elon Musk Berani Tutup Tesla

Kepala eksekutif Tesla Elon Musk telah tegas membantah tudingan bahwa mobilnya dipakai untuk memata-matai China


Bantah Mobilnya Dipakai Memata-matai China, Elon Musk Berani Tutup Tesla
Dalam foto ini, Elon Musk, pendiri SpaceX dan CEO Tesla Inc., tiba di upacara Penghargaan Axel Springer di Berlin, Jerman, pada Selasa, 1 Desember 2020 (Liesa Johannssen-Koppitz /Bloomberg )

AKURAT.CO, Kepala eksekutif Tesla Elon Musk telah tegas membantah tudingan bahwa mobilnya dipakai untuk memata-matai China. Dalam pernyataan teranyarnya, Musk bahkan berani mengatakan akan menutup Tesla jika memang benar mobilnya digunakan untuk kegiatan mata-mata.

Mengutip BBC, komentar soal Tesla itu muncul saat Musk tengah menghadiri acara bisnis Forum Pembangunan China pada Sabtu (20/3) waktu setempat.

Saat berbicara di acara itulah, Tesla ikut menjelaskan bahwa tidak ada satu pun perusahaan yang ingin melakukan kegiatan mata-mata terhadap pemerintahan asing. Pasalnya, hal itu akan merugikan perusahaan itu sendiri.

"Jika sebuah bisnis melakukan kegiatan mata-mata pada pemerintah asing, efek negatif bagi perusahaan itu akan sangat buruk.

"Ada dorongan yang sangat kuat bagi kami untuk menjadi sangat rahasia dengan informasi apa pun.

"Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai China atau di mana pun, kami akan tutup," ucap Musk dalam forum virtual tersebut.

Komentar Musk ini sendiri muncul sebagai tanggapan atas laporan bahwa militer China telah melarang mobil Tesla dari fasilitasnya. Di antara pembatasan ini termasuk larangan mengendarai Tesla bagi para anggota militer serta beberapa karyawan perusahaan milik negara.

Hal itu lantaran adanya kekhawatiran jika kamera omnidirectional dan sensor ultrasound yang dipasang di mobil Tesla dapat menyebabkan kebocoran data sensitif. Menurut Beijing, data-data yang dikumpulkan oleh kamera Tesla itu selanjutnya mungkin akan dikirim ke Amerika Serikat (AS).

Terlepas dari isu mata-mata ini, China sebenarnya tercatat menjadi pasar terbesar Tesla setelah AS. Pada tahun lalu saja, Tesla berhasil menjual 147.445 unit mobil atau sekitar 30 persen dari total penjualan global, ke China. Tingginya angka penjualan di China itu pun akhirnya membuat Tesla menghasilkan untung setidaknya hingga USD 721 juta (Rp10,3 triliun) pada tahun 2020.

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu