News

Bantah Hapus Bayang-bayang Anies, PDIP DKI: Programnya Memang Banyak yang Enggak Jalan

Bantah Hapus Bayang-bayang Anies, PDIP DKI: Programnya Memang Banyak yang Enggak Jalan
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kebijakan prioritas pembangunan era Gubernur Anies Baswedan dinilai mulai ditinggalkan. Tetapi, anggota Fraksi PDIPdi DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak membantah ada upaya 'deaniesisasi' atau menghapus bayang-bayang Anies dari pemerintahan DKI.

"Tidak ada sedikitpun, secara umum tidak ada niat dari DPRD untuk melakukan deaniesisasi. Tidak ada. Gubernur sekarang tidak ada niat dari eksekutif untuk melakukan deaniesisasi. Sama sekali tidak ada," kata Gilbert, Jumat (25/11/2022).

Bilapun ada kesan deaniesisasi, kata dia, itu terjadi karena kesalahan Anies sendiri. Anies, kata dia, gagal mengeksekusi kebijakan dan program-programnya. 

baca juga:

"Kalaupun ada timbul kesan itu lebih karena Anies programnya tidak berjalan di zamannya Anies sendiri. Terus kenapa mesti dilanjutkan di periode gubernur berikutnya. Apa yang mau dilanjutkan kalau di era Anies sendiri tidak berjalan," katanya.

Dia mencontohkan, program naturalisasi sungai dalam upaya pengendalian banjir di DKI. Dalam kenyataannya, program itu tidak berjalan. Program naturalisasi hanya berwujud pembangunan sumur resapan yang pada banyak titik justru terkesan asal ada. 

"Lalu kenapa mesti dilanjutkan oleh gubernur setelahnya. Apanya yang salah kalau kemudian tidak dilanjutkan apalagi Anies aja gagal. Emang program naturalisasi berhasil? Dia bikin sumur tapi di tempat yang tinggi. Ada sumur di depan sekolah, kelurahan, dibangun lima sumur, dibolongin di depan kelurahan. Tercapai targetnya tapi tidak berfungsi," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi B Fraksi PKS DPRD DKI Muhammad Taufik Zoelkifli mengaku khawatir adanya pergeseran arah kebijakan yang bertujuan menghapus legacy Anies yang baik di DKI pada era penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Politisi PKS itu menyatakan, upaya sistematis itu terlihat dari pergeseran kebijakan anggaran pada beberapa program prioritas era Anies Baswedan. 

"Saya khawatir apa-apa yang baik dan diprioritaskan di era Anies itu sekarang digeser secara sistematis," katanya saat dihubungi, Kamis (24/11/2022). []