News

Bansos BST Ternyata Sempat Terhenti Lantaran Pandemi Diprediksi Bakal Berakhir

Tapi ternyata ramalan itu meleset, dimana pandemi terus berlanjut hingga saat ini


Bansos BST Ternyata Sempat Terhenti Lantaran Pandemi Diprediksi Bakal Berakhir
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII di kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Menteri Sosial Tri Rismaharini mengakui kebijakan bantuan sosial tunai (BST) sempat dihentikan karena prediksi bahwa Pandemi Covid-19 bakal berhenti pada bulan April 2021.

Maka dari itu, pihak Kemensos pernah menyiapkan skenario menghentikan BST. Tetapi, ramalan itu ternyata meleset, sehingga BST mau tak mau kembali dikucurkan untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat. 

"Dulu banyak yang nanya, bulan April BST sempat berhenti. Kenapa? Karena saat itu diprediksi bahwa pandemi ini akan berakhir atau menurunlah. Ternyata pandeminya naik lagi. Sehingga diluncurkan lagi dua bulan untuk bantuan BST," katanya dilansir dari Youtube Kemensos pada Rabu (4/8/2021). 

Dia menambahkan, memang pada masa pandemi saat ini, masih ada yang belum mendapat bantuan BST. Itu karena survey penerima Bansos dilakukan sebelum pandemi Covid-19 tiba di Indonesia, misalnya pedagang kaki lima, ojek Online dan sebagainya.

Tetapi, saat kebijakan pengetatan aktivitas lewat PPKM, aktivitas usaha rakyat terhenti. 

"Nah, memang impact pandemi ini tidak semuanya mereka menerima bantuan. Karena apa? Karena saat di survei itu masih dalam kondisi normal. Mereka masih mampu. Misalnya PKL, ojol. Tapi begitu ada PPKM , usahanya tutup, mereka tidak bisa melakukan aktivitas sehingga kapasitas keuangan masyarakat uga turun, " ujarnya. 

Nah, mereka yang tidak tercover bantuan lewat beragam program jangka panjang pemerintah, dicover melalui bantuan lain yang bersifat adhoc. Misalnya bantuan beras yang diberikan oleh Presiden Jokowi ataupun dari Bulog dan lain-lain. 

"Karena itulah mereka dicover oleh bantuan seperti itu. Tapi itu adhoc (sementara)," ujarnya. 

Sementara bantuan sosial yang dikucurkan melalui beragam program yang bersifat jangka panjang seperti program PKH, BPNT, akan terus digulirkan. Sebab, program itu telah direncanakan jauh-jauh hari sebagai jaringan pengaman bagi fakir miskin di Indonesia.

Nah, baik Bansos yang telah di program maupun yang bersifat adhoc sama-sama dikucurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat akibat tekanan ekonomi selama pandemi ada. 

"Jadi, PKH dan BPNT itu ada ataupun tidak pandemi, Bansos itu tetap ada," katanya.[]