Ekonomi

Bank Permata Akui Kuartal III Menantang, Begini Prediksi Kinerja Keuangannya

Permatabank akui kuartal III menantang tapi tak akan tekan kinerja


Bank Permata Akui Kuartal III Menantang, Begini Prediksi Kinerja Keuangannya
Sejumlah gedung yang berdiri di Jakarta, Senin (8/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Direktur Keuangan PT Bank Permata Tbk (Permatabank) Lea Kusumawijaya mengakui kondisi pada kuartal III-2021 memang menantang di mana varian Delta COVID-19 meluas di Indonesia dan menyebabkan terjadinya pengetatan mobilitas masyarakat. Namun hal tersebut tidak sampai menekan kinerja perseroan secara signifikan.

"Dengan adanya second wave sejak Juli kemarin, memang ada series of PPKM. So far untuk kinerja di kuartal ketiga kami tidak melihat adanya tekanan yang lebih dalam dibandingkan semester satu. Dan bahkan untuk pendapatan operasional masih tetap menunjukkan positive trajectory," ujar Lea dalam paparan publik secara virtual di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Lea menyampaikan kinerja perseroan pada tahun ini sebenarnya relatif membaik dibandingkan pada tahun lalu meski belum kembali pada level sebelum pandemi, terutama dari sisi penyaluran kredit.

"Jadi boleh dibilang memang ada ya dampaknya. Dari sisi perkreditan memang masih ada challenge, tapi terhadap kinerja secara umum tidak ada penurunan yang signifikan dan bahkan masih tetap sustain basicly kalau dibandingkan dengan kinerja kami di semester pertama 2021," kata Lea.

Direktur Retail Banking PermataBank Djumariah Tenteram menambahkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada melambatnya bisnis perseroan di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meski pada kuartal pertama dan kedua telah mulai menunjukkan kinerja yang positif.

"Jadi kalau kita lihat booking loan baru kita di SME di kuartal II dibandingkan kuartal I itu meningkat cukup besar, untuk SME meningkat 35 persen. Berarti permintaan itu menunjukkan tanda-tanda yang positif tapi kalau dibandingkan dengan kondisi sebelum covid itu masih cukup lemah," ujar Djumariah.

Sementara itu, Direktur Wholesale Banking PermataBank Darwin Wibowo mengatakan pada kuartal ketiga memang banyak transaksi yang tertunda akibat PPKM meski telah jauh lebih baik dibandingkan 2020 lalu.

"Dari sisi industri masih banyak various juga industri yang sudah mulai menggeliat seperti food and beverage banyak sekali mulai ekspansi, juga industri seperti telekomunikasi, juga industri yang related sama komoditas karena peningkatan harga komoditas yang cukup baik. Jadi secara umum kita cukup optimis di 2021 ini di kuartal IV sedikit bisa lebih maju dibandingkan kuartal III dan overall di 2021 akan jauh lebih baik dibandingkan 2020," ujar Darwin.

PermataBank meraup laba bersih sebesar Rp639 miliar pada kuartal II 2021 atau meningkat 74,3 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp366 miliar. Total aset PermataBank bertumbuh sebesar 34,8 persen (yoy) menjadi sebesar Rp212,9 triliun.